Kades Aurcino Angkat Bicara Terkait BLT Yang Dipersoalkan Warga

Dibaca: 803 kali

SIDAKPOST.ID, TEBO – A.Pauzi Kepala Desa (Kades) Aurcino Kecamatan VII Koto Kabupsten Tebo, akhirnya angkat bicara terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), yang dipertanyakan oleh warganya. Senin (15/06/2020).

Kades Aurcino A.Pauzi didampingi Sekdesnya menerina kedatangan beberapa orang warganya, untuk menanyakan tentang peraturan BLT DD dari mulai pendataan dan siapa saja yang berhak menerimanya serta penyalurannya.

Perwakilan warga Bedul menanyakan kepada Pemdes Aurcino, bagai mana mekanisma pembagian dan kreteria yang mendapatkan BLT DD, mengingat banyak warga yang kurang mengerti tentang peraturan BLT ini.

Kedatangan warga ke Kantor Desa ini ngin bertanyo dan berkordinasi dengan Pemdes, seperti apo Kriteria warga yang menerima BLT- DD Tahun 2020, juga seperti apo sistemnyo pendataan BLT nyo.

” Selama ini masyarakat masih belum mengetahui seperti apo Kriteria penerima BLT dan seperti apo pendataan BLT, kito sebagai warga pingin bertanyo dan mintak penjelasan dari Pemdes Aurcino. ” Ucap Bedul dengan nada lugu dan serius.

Kades Aurcino A .Pauzi didampingi Sekdes Kholid dan disaksikan semua Perangkat desa menjelaskan, untuk kriteria warga yang menerima BLT DD ada 14 Kriteria dan pendataannya dari Ketua RT lanjut ke Kadus diteruskan ke Kantor Desa, untuk di musyawarhkan bersama Pemdes, BPD serts Tokoh masyarakat.

Setelah digelar Musyawarah Pemdes, BPD dan Toko Msyarakat, Warga yang berhak menerima BLT-DD Desa Aurcino ada 67 KK. Di karnakan Warga yang lain banyak terdata dan termasuk ke dalam Bantuan yang lain seperti Bantuan Dinsos, PKH, dan Lain-lain. Warga yang menerima BLT tidak boleh tumpang tindih dengan bantuan lain.

“Kuota BLT Desa Aurcino ada 162 dan Pemdes Aurcino tidak berani menghabiskan semua Kuota BLT tersebut, di karenakan setelah di lihat dan di perhatikan tidak ada lagi warga Aurcino yang termasuk Kriteria menerima BLT. Pemerintah Desa Aurcino sudah bekerja sesuai aturan dan petunjuk dari Pemerintah Pusat dan Daerah,” kata Kades A.Fauzi.

Kalau kuota BLT tersebut Pemdes salurkan semuanya dan di habiskan tetapi Warga yang menerima BLT tidak tergolong Kriteria penerima BLT, otomatis Pemdes menyalahi aturan. Pemdes tidak mau bermain-main soal BLT, ini uang rakyat dan kami bekerja sudah sesuai yang ditentukan oleh Pemerintah.

“Terkait beberapa persen sisa anggaran BLT yang ada masyarakat jangan takut dan cemas karena ada aturan dari Pemerintah pusat, bahwa penyaluran BLT kepada Warga akan diperpanjang lagi.Tetapi penerima BLT masih warga yang lama,” beber Kades A.Pauzi. (nwr)

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT