Kasus WS Hamili Anak Dibawah Umur, Dilimpahkan Ke Kejari Tebo

Dibaca: 1.857 kali
Saat Pelimpahan Kasus Asusila.

MUARA TEBO – Penyidik Unit Reserse Kriminal Polsek Rimbo Bujang telah merampungkan Berkas pemeriksaan terhadap tersangka WS (18) Warga Rimbo Ilir dalam perkara Hamili atau Setubuhi terhadap anak dibawah umur gadis SF (17)Warga Sapta Mulya Rimbo Bujang, yang beberapa waktu lalu berhasil ditangkap Petas. Berkas pemeriksaan sudah di nyatakan lengkap oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tebo.

Menindaklanjuti Kasus ini, Penyidik Unit Reskrim Polsek Rimbo Bujang telah melakukan pelimpahan Tahap II terhadap tersangka WS dan barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang  di terima oleh Zainal Mutaqin, kemarin.

Setelah pelimpahan ini, tersangka sudah menjadi kewenangan Kejari Tebo sehingga terhitung sejak tanggal pelimpahan tersangka sudah menjadi Tahanan Kejaksaan dan selanjutnya dititipkan kembali ke Lapas Klas II B Tebo yang kemudian akan segera disidangkan guna mendapatkan kepastian hukum.

Kronologisnya,Tersangka WS ditangkap pada akhir bulan Februari 2017 TKP Desa Sapta Mulya Rimbo Bujang Kabupaten Tebo yang sebelumnya sempat di amankan oleh warga setempat. Penangkapan tersebut berawal adanya laporan dari YY orang tua korban warga Desa Sapta Mulya Rimbo Bujang Kabupaten Tebo, tepatnya pada tanggal 28 Februari 2017 melapor ke Mapolsek Rimbo Bujang, bahwa anak gadisnya telah hamil di setubuhi oleh tersangka.

Berdasarkan pengakuan SF (korban-red) dan tersangka serta bukti-bukti lainnya bahwa tersangka telah menyetubuhi korban sebanyak dua kali. Saat pertama mereka masih mempunyai hubungan pacaran dan terjadi pada malam hari saat tersangka berkunjung kerumah korban sekitar bulan Agustus 2016 di teras rumah Orang tua korban di Jalan Rajawali Desa Sapta Mulya.Selanjutnya kejadian persetubuhan yang kedua kalinya, saat mereka sudah putus pacaran yaitu pada sore hari sekitar bulan Nopember 2016 TKP area Perkebunan Sawit Afdeling III PTPN VI Rimdu Rimbo Ilir Kabupaten Tebo.

Menurut pengakuanKorban, korban mau disetubuhi oleh tersangka karena dengan adanya bujukan dan permintaan tersangka karena statusnya saat itu mereka berpacaran. Adanya Kasus persetubuhan tersebut, dikuatkan dengan adanya hasil Visum Et Repertum dari pihak RSUD Muara Bungo yang menerangkan bahwa diantaranya tampak himen (selaput dara) tidak intake/tidak utuh dan dari hasil test pack positif hamil serta hasil USG diketahui umur kehamilannya masuk tujuh bulan.

Kejadian tersebut diketahui oleh ibu korban, karena merasa curiga dengan perubahan bentuk pinggul korban yang semakin melebar dan tidak pernah lagi minta uang untuk membeli softex sudah beberapa bulan tidak menstruasi.

Dengan kecurigaan tersebut ibunya menanyakan kepada korban dan saat itulah korban menceritakan dengan jujur bahwa dirinya sudah hamil dan yang telah menyetubuhi adalah tersangka WS.

Kapolsek Rimbo Bujang AKP Sarehat,SH, melalui Kanit Reskrim Ipda Irvan Pane pada sidakpost.id, membenarkan kejadian tersebut,Berkas Perkaranya sudah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Negri Tebo.

“Benar, Kami Polsek Rimbo Bujang ada menerima pengaduan masyarkat tentang persetubuhan anak dibawah umur dengan tersangka WS, setelah berkas dinyatakan lengkap selanjutnya tersangka dan barang bukti kita serahkan ke Kejaksaan Negri Tebo,”Jelas Ipda Irvan Pane.

Ditambahkan oleh Penyidik Pembantu Unit Reskrim Polsek Rimbo Bujang Bripka Edy Sumarwan, Ia menghimbau kepada masyarkat Kecamatan Rimbo Bujang kepada semua orang tua untuk lebih ketat lagi mengawasi anak perempuannya, ajarkan kepada anak agar setiap ada permasalahan atau yang telah dilakukan diluar bercerita dengan orang tuanya untuk dapat dengan mudah dalam mengontrolnya. Sehinga terjadi komunikasi aktif antara anak dengan orang tua.

“Kepada para anak gadis berhati-hatilah dalam bergaul dengan teman laki-laki, bergaul lah dalam hal yang positif dan jangan mudah terlena dengan bujukan para lelaki yang meminta suatu atau Mahkota perempuan yang berharga. Karena masa depan generasi muda masih panjang dan sangat diharapkan oleh orang tua untuk menjadi orang yang berguna bagi Orang tua, Agama, bangsa dan negara,”Tutur Bripka Edy Sumarwan.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya maka tersangka WS dijerat dengan Pasal 76 D jo Pasal 81 ayat (1) dan ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2014 perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (asa)

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT