Aktivitas Peti Merusak Lingkungan, Ini Sangat Perlu Solusi Kongkrit

Tampak Tim Terpadu Terus Menertibkan Aktivitas Peti yang merusak Lingkungan di wilayah kabupaten Bungo. Dan ini penertiban Peti di area bandara Muara Bungo. Rabu (14/12). Foto : dok redaksi sidakpost.id/indra

PETI – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Bungo sepertinya sudah menjadi persoalan lama yang kini, terus bergulir tidak pernah hilang di Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun, Bungo.

Betapa tidak, akibat dari aktivitas peti itu sendiri membuat lingkungan rusak, baik peti menggunakan alat berat maupun yang ada di aliran sungai.

Redaksi melihat ada upaya tersendiri dari pemodal berperan aktif, sehingga mata rantai peti sangat sulit diberantas di setiap wilayah di kabupaten Bungo.

Permasalahan Peti sudah pernah diberikan himbauan oleh aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Bahkan para Datuk Rio saat pelantikan menyatakan sikap tegas menolak aktivitas peti. Namun seiring waktu tidak sejalan dengan pernyataan yang telah dibaca dan ditandatangani itu.

Tidak sedikit para cukong peti dan pekerja sudah diproses hukum namun, sepertinya permasalahan peti tidak pernah sirna. Dan Mungkin karena faktor ekonomi, atau ada faktor lain sehingga para pemodal, dengan leluasa memainkan perannya agar usaha tetap lancar.

Oleh karena itu, Redaksi melihat kalau lah tidak ada pemodal yang kuat maka semua aktivitas peti tidak akan ada di kabupaten Bungo. Selain dampak lingkungan sangat dirasakan oleh masyarakat, peti juga telah merusak alam secara pelan-pelan.

Dari pemerintah daerah sendiri masalah peti sudah sering ditangani bersama tim terpadu, TNI-Polri. Namun, setelah di berantas malah muncul kembali.

Terkait ini tentu, memerlukan solusi yang sangat kongkrit agar masyarakat bisa mencari nafkah tidak lagi dari aktivitas peti. Atau memberi lokasi khusus bagi masyarakat yang ingin mencari sesuap nasi, bukan untuk para cukong yang hanya mencari kekayaan semata tapi merugikan banyak orang.

Contoh di beberapa dusun di Bungo bila semua stakeholder berkomitmen dan ikut memberantas aktivitas peti ini, maka pasti semua persoalan akan bisa dihentikan, jadi permasalahan ini, bukan sekedar seberapa besar penghasilan yang di dapat, namun seberapa peduli semua dengan kondisi lingkungan.

Meski pun begitu, prihatin saja tidaklah cukup. Harus ada langkah yang kongkrit, menyentuh, dan memberi solusi jitu agar aktivitas peti tidak ada lagi di kabupaten Bungo.

Selain itu redaksi berharap pemerintah daerah, sangat perlu memberikan ruang pekerjaan untuk masyarakat kecil supaya tidak ketergantungan memilih pekerjaan peti yang katanya sangat menjanjikan pundi-pundi rupiah bagi para pemodalnya.

Redaksi sidakpost.id Muara Bungo sangat berharap agar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bungo, ikut serta dalam mengatasi persoalan ini.

Karena kalau lah semua ikut memikirkan apa dan bagaimana solusinya maka, tidak menutup kemungkinan peti ini akan bisa berkurang di wilayah kabupaten Bungo.

Hasil akhir yang berbentuk kebijakan tentu akan akan membangun sistem yang punya konsep jelas. Jadi tak hanya mengulangi menyelesaikan hal yang sama setiap tahunnya terkait peti, akan tetapi harus ada solusi jelas sehingga berdampak positif kepada masyarakat itu sendiri. (**)

  • Penulis : (Zakaria)
  • Pemred : (Sidakpost.id)