Kesal Ditolak Berhubungan Bandan Suami Tikam Isteri

Dibaca: 606 kali
Konferensi Pers di Mapolsek Muko-Muko Bathin VII, Kab. Bungo Jambi/Foto : sidakpost.id

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Seorang suami di Kampung Pasar Raya, Dusun Tebing Tinggi, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, Kabupaten Bungo, tega tusuk isteri sendiri dengan sebilah pisau 4 tusukan.

Pria tersebut bernama Ira Wardiyuska alias Eka (32) berprofesi sebagai tukang ojek ini tega menikam sang isteri, karena isterinya tidak mau berhubungan itim dengannya.

Kapolsek Muko-Muko Bathin VII IPTU Moh Hasyim Asy’ari dalam konferensi pers mengatakan, pelaku tega menikam korban karena menolak diajak untuk berhubungan badan seperti biasanya.

“Sebelum ini hubungan mereka berjalan normal saja. Akan tetapi hasil keterangan korban itu sang suami memang lemah tidak tahan lama,”ucap Kapolsek.

Lanjut Kapolsek, selain tidak mau diajak bersetubuh, faktor kecemburuan juga melatar belakangi tindakan tersebut. Pelaku sangat curiga dan menuduh isterinya selingkuh dibelakangnya.

“Beberapa kali pelaku mengajak untuk berhubungan bandan, isterinya tak mau melayaninya. Akhirnya pelaku nekat menusuk korban. Pelaku juga sudah menyiapkan sebilah pisau di bawah bantal untuk membunuh korban bila tak juga melayaninya,’ kata Kapolsek.

Tambah Kapolsek, kejadian pada Sabtu tanggal 11 Desember 2021, sekira pukul 05.00 WIB. Setelah kejadian itu, pelaku langsung kabur mengunakan sepeda motor menuju arah Muara Bungo.

Mendapat laporan tersebut, anggota Reskrim Polsek langsung bergerak cepat, tak sampai hitungan jam anggota mendapat informasi pelaku berada dikediaman orang tuanya di Kelurahan Jaya Setia, Kecamatan Pasar Muara Bungo dan sudah bersiap berangkat menuju Provinsi Sumatera Barat.

“Pelaku sudah siap berangkat semua perkakas sudah masuk tas dan bakal kabur ke Sumatra Barat. Beruntung anggota sudah mengepung rumah orang tua pelaku,” ujar Kapolsek.

Pelaku bersama bersama barang bukti, baju berwarna hijau bermotif putih berlumuran darah, pisau diamankan di Polsek untuk di proses selanjutnya.

“Untuk perkara ini, pelaku dikenakan
Pasal KDRT sebagaimana dimaksud dalam pasal 44 Ayat (2) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman 10 tahun penjara,”cetusnya. (zek)

ADVERTISEMENT