Nggak Sholat, Nggak Zakat, Kok Rizkinya Lancar? Ini Kata Ustadz

Dibaca: 206 kali
Foto : Getty (Istimewa)

SIDAKPOST.ID, JAKARTA – Seorang muslim, layaknya manusia lain, tentu ingin rizki lancar dan hidup bahagia. Tak heran jika muslim rajin sholat, zakat, dan puasa, sera melakukan ibadah wajib dan sunnah.

Sayangnya, kadang harapan tak sesuai keinginan. Seorang muslim merasa rajin ibadah, namun masih ada hambatan dalam memperoleh rizki. Hal sebaliknya terjadi pada yang dinilai tidak rajin.

“Aku tidak pernah sholat, aku tidak pernah puasa, aku tidak pernah berzakat tapi kenapa rizkiku lancar? Anakku sehat? Kenapa aku berumur panjang dan kekuasaanku hebat?” ujar Ustaz Abdul Somad.

Penjelasan terkait fenomena ini dapat disaksikan di channel YouTube ADLAN TV, dalam video berjudul Tidak Pernah Ibadah Tapi Sukses. Ceramah UAS Ustadz Abdul Somad.

“Padahal Allah sedang memainkan mereka dalam tipu daya bernama istidraj. Kata Allah SWT: Aku ulur umur panjang, Aku beri kekuasaan yang tinggi, Aku beri harta yang banyak, Aku berikan anak istri, hidup yang tenang tapi sebenarnya itu adalah laknat bersampul rahmat,” kata sang ustaz.

Fenomena istidraj telah diingatkan Allah SWT bagi para muslim dalam firmannya surat Al An’am ayat 44

فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُوا۟ بِمَآ أُوتُوٓا۟ أَخَذْنَٰهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

Arab latin: Fa lammā nasụ mā żukkirụ bihī fataḥnā ‘alaihim abwāba kulli syaī`, ḥattā iżā fariḥụ bimā ụtū akhażnāhum bagtatan fa iżā hum mublisụn

Artinya: “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.”

Nabi Muhammad SAW juga telah mengingatkan istidraj dalam haditsnya

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ

Artinya: “Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR Ahmad).

Dikutip dari Ensiklopedia Tasawuf Imam Al-Ghazali, istidraj adalah pembiaran. Kondisi pembiaran terjadi karena tidak berhenti melakukan maksiat, hingga mendapat peringatan Allah SWT.

Dengan penjelasan ini, maka muslim sudah selayaknya rajin sholat dan melakukan ibadah lain sambil terus berdoa pada Allah SWT.

Sumber : detik.com

ADVERTISEMENT