ANBK 2021, Sekolah  di Lotim Masih Banyak Belum Memiliki Fasilitas Lengkap

Dibaca: 194 kali
Achmad Dewanto Hadi, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur/foto sidakpost.id (Ragil)

LOMBOK TIMUR – Asesmen nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk SMP sudah selesai dilaksanakan, akan tetapi terdapat beberapa SMP yang masih menumpang karena tidak memiliki sarana prasarana yang cukup untuk menggelar ANBK secara mandiri.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur, Achmad Dewanto Hadi mengatakan, kuota peserta masing-masing sekolah ditetapkan, kendalanya tidak semua sekolah bisa mandiri melaksanakan ANBK terkendala fasilitas, sehingga menumpang menjadi solusi.

“Ada beberapa Sekolah yang menumpang, dari SMP swasta menumpang ke SMP Negeri,”katanya kepada sidakpost.id, Selasa 12 Oktober 2021.

Dewanto menambahkan, kekurangan fasilitas pendukung sekolah menjadi atensi Dikbud Lombok Timur, sehingga berangsur-angsur bisa melaksanakan ANBK secara mandiri, lebih-lebih tahun ini 57 SMP mendapatkan bantuan TIK dari kementerian.

“Yang pasti ini menjadi atensi kami, Mudah-mudahan kedepan pelaksanaan ANBK bisa dilakukan secara mandiri,” harapnya.

Lebih lanjut Dewanto menjelaskan, ANBK bukan merupakan pengganti UNBK, akan tetapi  program tersebut merupakan penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah.

“Mutu satuan pendidikan dinilai berdasarkan hasil belajar murid yang mendasar (literasi, numerasi, dan karakter) serta kualitas proses belajar-mengajar dan iklim satuan pendidikan yang mendukung pembelajaran. ANBK sederhana untuk memetakan kualitas satuan Pendidikan,”jelasnya.

Dewanto menyebutkan, terlepas dari apapun hasil penilaian ANBK, dirinya belum mengetahui betul arah kebijakan apa yang akan diterapkan, terlebih sekolah dengan jenjang yang sama berbeda disetiap daerah.

“Dengan mengetahui kualitas satuan Pendidikan akan ada kebijakan afirmatif bagi sekolah yang sudah maju, sedang berkembang dan tertinggal. Mungkin dengan ANBK, Pusat bisa menentukan kebijakan afirmatif setiap sekolah,” tutupnya. (gil)

ADVERTISEMENT