Nenek 64 Tahun Bertaruh Nyawa Sebrangi Sungai

Dibaca: 203 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Maria nenek (64) tahun, warga Dusun Teluk Pandak, Kecamatan Tanah Sepenggal Kabupaten Bungo setiap hari bertaruha melewati derasnya arus sungai.

Tubuh lemah nenek tua ini harus kuat setiap hari diterjang arus Sungai Batang Tebo yang membantang antara Dusun Teluk Pandak dan Dusun Embacang Gedang.

“Rumah kami di Dusun Teluk Pandak, umo (kebun) kami, di dusun seberang, makonyo setiap hari harus menyeberang sungai, jembatan rusak tidak bisa dilewati,” tutur Maria.

Maria merupakan salah satu korban keganasan jembatan gantung ini, sebelumnya ia pernah terombang ambing diatas jembatan saat angin kencang saat pulang dari kebunnya.

Tigo bulan sayo dirawat dirumah sakit, jatuh dari atas jembatan, tak sedikitpun ado bantuan dari pemerintah dusun,” ungkap Maria.

Ia mengatakan, memang ada perahu yang sudah lama beroperasi di sungai ini. Namun untuk menyeberang menggunakan perahu harus bayar.

“Kami dak ado uang, mako kami nyeberang sungai jalan kaki,” katanya.

Dikatakan, jembatan ini banyak warga yang melewatinya, baik yang ingin ke kebun, maupun anak -anak yang ingin ke sekolah.

“Semoga saja, jembatan ini dibangun lebih bagus lagi jadi kami tak ada was-was lagi kalau hendak melewatinya,” tukasnya. (cr1)

ADVERTISEMENT







ADVERTISEMENT