Alasan Pasar Tak Aman Pedagang Dipungut Setiap Bulan

Dibaca: 141 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Dugaan pungutan liar (Pungli) kembali terjadi di Pasar Atas Muara Bungo. Modusnya untuk membayar gaji bagi penjagaan keamanan barang dagangan para pedagang di Pasar.

Agung salah satu pedagang mengatakan pungutan tersebut ditagih sebasar Rp 10 ribu setiap bulannya. Pungutan ini sudah berjalan selama dua bulan terakhir.

“Kalau kemarin memang ada pemuda yang ditugaskan sebagai penjaga keamanan. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Seharusnya pungutan ini juga dihentikan ,” ungkap Agung.

Sebut Agung hendaknya, Pengurus Pedagang Pasar Atas (P3A) yang baru saja dilantik, tidak perlu melakukan pumungutan terhadap pedagang lagi untuk biaya keamanan.

“Untuk penjagaan sebenarnya sudah ada trantib. Berdayakan saja trantib tersebut. Kenapa P3A harus bentuk penjaga sendiri dan menggajinya dari uang yang dipungut pada pedagang,” ujar dia.

Sementara itu H.Rinaldi, Ketua P3A mengakui adanya pungutan tersebut. Bahkan dia berdalih bahwa sudah mendapat izin daribl Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kabupaten.

“Kami sudah mendapatkan izin. Kami terpaksa membentuk penjaga pasar sendiri karna petugas trantib tidak bisa diandalkan. Saya juga sudah sampaikan persoalan ini pada Bupati ,” ucap Rinaldi.

Terpisah Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperindag Bungo, Rusdi Lesmana mengatakan tidak pernah memberikan izin untuk melakukan pungutan kepada para pedagang.

“Kalau P3A memberitahu akan membentuk penjaga keamanan sendiri memang ada. Tapi kami tidak tahu mereka meminta iuran para pedagang ,” ucap Rusdy Lesmana

Rusdy berjanji akan segera memanggil pengurus P3A terkait pungutan ini. Ia juga berjanji akan menugaskan petugas trantib untuk melakukan penjagaan dipasar agar tidak lagi menjadi alasan.

“Besok Senin, semua akan kita panggil pengurusnya dindo. Nanti akan kita cari solusinya agar tidak lagi ada pungutan. Rekan – rekan wartawan nanti juga akan kita undang,” tutupnya. (zek)

DIRGAHAYU INDONESIA










ADVERTISEMENT








ADVERTISEMENT

Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*