Kesal, Warga Bungo Segel Sekolah Kepsek Diganti

Dibaca: 1.118 kali

SIDAKPOST.ID. BUNGO – Akibat jarang masuk serta tidak transparan dalam pengelolaan Dana Operasional Sekolah (BOS) di Sekolah Dasar (SD) Negeri 191/II Bukit Kemang, Kecamatan Tanah Tumbuh, akibatnya Guru Honor dan Warga sekitar langsung menyegel Sekolah, pada Jumat (14/6/2019).

Tak hanya menyegel sekolah para guru honorer juga mogok kerja, sebagai bentuk prostes keras kepada Kepsek Zahari tersebut. Kepsek Zahari tak hanya jarang masuk, dia juga tidak transparan dalam pengelolaan dana BOS. Akibatnya, proses belajar terganggu.

Salah satu guru honorer yang enggan namanya disebut mengatakan, selain dia (kepsek-red) SD 191/II Bukit Kemang jarang masuk sekaloh, dana BOS yang ada di sekolah juga tidak transparan. Hal itu membuat guru honorer, warga sekitar dan wali murid kesal akhirnya sekolah di segel.

“Sebelum dana BOS cair, Kepsek meminjam uang dengan salah satu guru, untuk keperluan sekolah, akan tetapi setelah dana BOS cair uang tersebut,
tak kunjung lunas dibayar. Untuk jumlahnya kami juga belum jelas berapa jumlah yang di pinjam,” katanya.

Bahkan kata dia, warga menuntut agar Kepsek Zahari diganti secepatnya, suapaya proses belajar tetap berjalan dengan baik.” Semoga Kadisdikbud Bungo secepatnya mengambil sikap tegas,”tutupnya.

Terpisah, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo, Masril dikonfirmasi sidakpost.id mengatakan, Ia telah menerima laporan dari warga bahwa Zahari Kepsek SD N 191/II Bukit Kemang, jarang masuk dan juga tidak transparan dalam pengelolaan dana BOS.

“Kepsek Zahari sudah kita BAP, dan sudah terbukti dia jarang masuk dan tidak transparan mengolah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Jadi, besok, Sabtu (15/06) Zahari langsung kita ganti dengan Kepsek yang baru,” tegas Masril.

Secara tegas Masril mengatakan, kepada semua Kepsek SD dan SLTP di Bungo, harus transparan dalam segala sesuatu terkait penggunaan BOS. Tak hanya itu, sekolah akan baik bila Kepsek rajin masuk kerja. Bagai mana sekolah pserta didik pintar kalau kepsek tak jelas.

“Atas laporan yang disampaikan kepada kami itu maka, kita mengambil tindakan tegas kepada yang besangkutan, supaya tidak terulang kepada sekolah yang lain,” pungkasnya. (jul)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT




ADVERTISEMENT