Nah.! Ketua RT dan Imam Masjid Telibat Sindikat Pencurian Buku Nikah di Bungo

Dibaca: 4.598 kali
Pelaku Saat Diintrogasi Oleh Kapolres Bungo usai Konferensi pers di Mapolres Bungo/Foto : sidakpost.id

SIDAKPOST.ID, BUNGO –  Kerja keras Satreskrim Polres Bungo tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya, sudah tiga kali buku nikah dicuri oleh sindikat di kantor Kemenag Bungo akhirnya bisa diungkap pelakunya.

Kapolres Bungo, AKBP. Guntur Saputro menjelaskan, awalnya petugas sangat kesulitan mengungkap siapa pelaku yang telah mencuri ribuan buku nikah dari kantor Kemenag Bungo  pada tanggal 1 November 2021 lalu.

BACA JUGA : Ancam Sebar Vidio, Pria Ini Cabuli Bunga Tiga Kali

“Berkat kegigihan petugas berhasil untuk mencari siapa pelaku utama. Ditangkap pelaku utama, berkat hasil penyelidikan petugas saat itu, pelaku utama AS (37) itu hendak mengedarkan buku nikah hasil curian dari kantor Kemenag Bungo,”kata Kapolres.

BACA JUGA : Sindikat Pencuri Buku Nikah di Kemenag Bungo Diringkus Polisi

Konferensi Pers Terkait Ungkap Kasus Sindikat Pencurian Buku Nikah di Bungo/Foto : sidakpost.id

Dikatakan, setelah pelaku utama AS, ditangkap kemudian petugas kembali lacak pelaku lain hasil dari keterangan pelaku utama. Tak lama kemudian petugas kita berhasil meringkus tiga penadah pelaku lain di Pesisi, Sumatera Barat, dan Riau.

“Sindikat ini memang bukan dari Bungo tapi mereka berasal dari Sumatera Barat. Sindikat ini juga ada ketua RT dan imam masjid. Hal itu, terbukti dengan banyak stempel aspal (asli tapi palsu) yang telah disiapkan oleh ketua RT,”ujar Guntur.

Lanjut Kalolres, para pelaku ini memang sudah biasa melakukan pencurian buku nikah dengan sasaran kantor Kemenag dan KUA di wilayah Sumatera termasuk di Bungo.

BACA JUGA : Kemenag Apresiasi Kinerja Polres Bungo, Ungkap Sindikat Pencurian Buku Nikah

Sebelum pelaku mencuri buku nikah di Kemenag Bungo mereka sudah beraksi di wilayah Sumbar tapi tidak berhasil karena dijaga ketat. Memang sebagian buku nikah sudah dijual pelaku kepada BTR warga Pesisir Selatan.

“BTR memang dikenal oleh para pelaku sebagai tempat layanan nikah siri. BTR juga dikenal oleh pelaku sebagai Buya dan juga orang yang baisa menikahkan orang dengan cara nikah siri. Uang hasil tindak pidana pencurian buku nikah pelaku berjumlah Rp 7 juta rupiah,” katanya. (zek)

ADVERTISEMENT