Dugaan Pemukulan, Kepala MTs Somasi Keluarga Siswa

Dibaca: 246 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Kasus dugaan pemukulan yang dilakukan kepala MTs Negeri Babeko belum juga usai. Meski telah beberapa kali dipertemukan antara pihak sekolah dengan keluarga korban, kasus masih terus berjalan. Bahkan, kasus dugaan pemukulan terhadap empat siswa bakal berbuntut panjang.

Kepeek MTSN Babeko Mahyudin, dalam  jumpa pers terkait permasalahan tersebut mengatakan, tidak melalukan pemukulan menggunakan kayu, melainkan menggunakan penggaris.

“Saya tidak memukul tangan siswa menggunakan kayu, saya hanya memukul tangan pakai penggaris yang lebarnya 35 cm, hal itu saya lakukan karena siswa sudah mencaruti dan keluarkan kata-kata kotor kepada saya dan guru lainnya,” ujar Mahyudin.

Mahyudin menambahkan,sebelumnya
Ia dan guru lain mendengar carutan tersebut. Seketika itu langsung memanggil siswa tersebut ke ruangan kantor guru dan menanyakan siapa yang bicara tidak sopan tadi.

“Keempat anak tersebut tidak ada satupun yang mengakui  ataupun menunjukkan siapa yang berkata kasar tersebut. Maka saya pecut telapak tangannya dengan penggaris kayu sebanyak satu kali satu orang sebagai hukuman pendidikan dan pengajaran, agar anak tersebut bisa berlaku sopan santun terhadap guru dan siapa saja. Tanpa ada niat jahat, pukulan berlebihan pada bagian berbahaya apalagi penganiayaan,” jelas Mahyudin.

Setelah adanya pemberitaan pemukulan dan laporan penganiayaan, pihak sekolah segera menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Sementara, berita di media massa terus bergulir. Ia menganggap pemberitaan sangat  merugikan pihaknya.

“Pemberitaan telah mencemarkan nama baik saya dan sekolah, kami memutuskan untuk membuat press release dan somasi,” ujarnya lagi.

Tindakan tersebut, Kepala Sekolah MTs Negeri memperingatkan siswa dan pihak keluarganya untuk membuat pernyataan maaf di media masa, melakukan klarifikasi kepada seluruh media masa yang terlanjur menyebarkan informasi tidak benar secara sepihak. Selain itu juga mencabut pengaduan pada pihak kepolisian untuk membersihkan kembali nama baik Kepala MTs dan sekolah dalam waktu 3×24 jam.

Selanjutnya, pada tanggal 12 November 2018, pukul 08.11 Wib, salah satu wakil keluarga M Sofyan datang ke MTs untuk menemuinya. Pada saat itu, keluarga siswa yang dipukul mau berdamai dengan syarat harus membayar uang perdamaian sebesar Rp. 200 Juta.

“Video ketika keluarga siswa meminta uang perdamaian ada sama saya. Kami memutuskan untuk melanjutkan press release dan somasi agar permasalahan ini bisa diselesaikan sebagaimana mestinya menurut hukum yang berlaku,” pungkasnya. (jul)

ADVERTISEMENT







ADVERTISEMENT