Genjot Capaian Vaksinasi, Pemkab Bungo Gelar Rakor Lintas Sektoral

Dibaca: 453 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Pemerintah Kabupaten Bungo menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral terkait Penanganan Covid-19 gelombang ke-3, sekaligus percepatan vaksinasi di Resto & Cafe Ali Simpang Perumnas, Sabtu (12/02/2022).

Hadir Bupati Bungo diwakili Asisten Administrasi Umum Ir. H. Indones, mewakili Dandim, Kapolres, Kasintel Kejari Bungo, OPD terkait, para Camat se- Kabupaten Bungo, para Danramil, para Kapolsek dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Bungo.

H. Indones berharap diperlukan kerja keras dan keseriusan serta fokus dalam bekerja, baik Pemkab Bungo hingga para Camat, Kapolsek, Koramil, Puskesmas hingga ke tingkat Kelurahan, Dusun dan Karang Taruna menggerakkan vaksinasi di masyarakat.

“Mari ajak warga kita yang belum sama sekali divaksin segera divaksin dan juga bagi warga kita sudah vaksin kesatu diajak untuk vaksin kedua. Kalau vaksin kesatu dan kedua sudah jarak 6 bulan sudah vaksin kedua maka ajak vaksin Booster,”kata Indones.

Dikatakan, pada hari selasa lalu, Bapak Bupati Bungo bersama forkopimda telah melaunching Vaksin Booster atau vaksin ketiga, dan Bupati Bungo menjadi orang pertama yang divaksin Booster.

“Mari kita kerja keras serta bersungguh-sungguh dalam bekerja, demi kesehatan masyarakat yang kita cintai,”tutupnya.

Kadinkes Bungo, dr. Safaruddin Matondang menyebut peringkat capaian vaksinasi di Kabupaten Bungo berada di posisi ketujuh, untuk vaksinasi anak di posisi kelima.

“Untuk lansia di posisi sembilan. Kita berharap terutama bagi lansia yang mengikuti kegiatan vaksinasi, dengan catatan harus sesuai dengan screening hasil dokter,”harapnya.

Dijelaskan, capaian vaksinasi Kabupaten Bungo per tanggal 11 Februari 2022, dosis pertama 83 persen, dosis kedua 57 persen, dan vaksin booster atau dosis ketiga mencapai 1,9 persen.

Untuk vaksinasi anak-anak sudah mencapai 41,2 persen secara kpcn tapi secara manual sudah 20 persen. Untuk lansia sudah 60 persen secara kpcn, dan berdasarkan data manual sudah 69 persen.

“Kita sudah sepakat, bahwasanya kita akan sinkronisasi kembali data-data kita yang manual ke KPCN, agar bisa menyesuaikan dengan data-data yang ada di KPCN,”tukasnya. (adv/jul

ADVERTISEMENT