Begini Cara Kapolres Bungo Berantas Narkoba

Jumat Curhat : Tampak Kapolres Bungo, AKBP Wahyu Bram Bersama Tokoh Masyatakat Kec. Rimbo Tengah dan Aparat Kecamatan dan Dusun setempat. Jumat (6/1). Foto : sidakpost.id/zakaria

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Maraknya peredaran narkoba di kabupaten Bungo membuat Kapolres Bungo berupaya agar pemberantasan benar-benar maksimal sampai lapisan bawah. Melalui program Jumat Curhat diyakini bisa maksimal.

Kapolres Bungo AKBP Wahyu Bram saat dibincangi sidakpost mengatakan, terkait masalah pemberantasan narkoba semua harus melibatkan seluruh masyarakat di masing – masing dusun dan kecamatan.

“Seperti pemerintah dusun, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda dan masyarakat sekitar. Karena peredaran narkoba bukan hanya tugas kepolisian namun, tugas kita semua. Saya yakin dengan kepedulian ini maka peredaran narkoba bisa teratasi,” ujar AKBP Bram, Kamis (12/01/2023).

Dijelaskan, untuk permasalahan narkoba setiap Polsek yang sudah dikunjungi juga memiliki persampahan yang sama dimana tingginya angka peredaran narkoba maka dari itu, beberapa metode pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres Bungo.

“Jadi penegakkan hukum terhadap bandar sudah pasti dilakukan, namun perlu semua mengetahui bahwa polisi bukan malaikat dimana segala sesuatu butuh informasi dan masukan dari seluruh masyarakat agar pemberantasan narkoba benar-benar klir,” katanya.

Pasalnya, kata Bram dari informasi sedikit yang dikumpulkan lama kelamaan menjadi bukit, akhirnya bisa dikembangkan dan itu bisa dianalisa sekaligus langsung bergerak untuk melakukan penangkapan terhadap bandar narkoba yang sudah meresahkan.

“Selain keluarga, tentu pemerintah dusun sekaligus menjadi ujung tombak memberi informasi peredaran┬ánarkoba. Sehingga sebelum meluas kami sudah turun agar peredaran narkoba itu sendiri tak semakin berkembang di Bungo,” terang Bram.

Selain itu, lanjut Bram, masyarakat akan dibekali pengetahuan tentang ciri-ciri berbagai jenis narkoba dan obat-obatan terlarang. Termasuk ciri-ciri pemakainya. Edukasi bakal digelar Satreskoba Polres Bungo ke setiap lini dan masyatakat.

“Tentu waktu juga menjadi permasalahan yang harus kita hadapi, dimana ibu-ibu tak memberikan informasi kepada kepolisian maka proses pemberantasan narkoba itu akan lama. Jadi metode yang saya lakukan bagaimana trend penyalahgunaan narkoba bisa tidak menjadi pengguna narkoba,” kata Bram.

Lebih jauh kata Bram, kepada pengguna, selain bandar, tentunya pengguna adalah korban dimana mereka perlu direhabilitasi. Hanya saja, untuk rehabilitas memerlukan biaya, jadi agar tidak mengeluarkan biaya maka cukup membuat surat keterangan miskin bisa memang dinilai tidak mampir untuk membiayai.

“Memang kita belum memiliki rehabilitas narkoba sehingga jika harus direhab maka kita akan kirim ke Merangin atau Kota Jambi dan tentunya harus kita bayar. Sejauh ini, kita sedang mendorong BNK berubah menjadi BNNK agar ke depan bisa mengajukan anggaran pembangunan panti rehab narkoba,” tambahnya.

Jadi kata Bram, bila para pengguna bisa direhab maka pengguna bisa dijauhkan dari lingkungan rumahnya ke panti rehab. Semua itu bertujuan untuk menjauhkan agar pengguna tidak berhubungan dengan lagu dengan pencemar – pencemar yang ada di lingkungan sekitar.

“Setelah para pengguna narkoba direhab maka diyakini dalam masa tiga bulan akan pulih. Namun, perlu diperhatikan kembali bila kembali ke rumah. Dimana pergaulan harus benar-benar diperhatikan, dari para yang bis meracuni aga kehidupan tak lagi terpengaruh dengan narkoba,” kata dia.

Seperti contoh, ada sepupu yang menjadi pengguna narkoba di Yogyakarta seluruh keluarga memutuskan, untuk dimasukkan ke pusat rehab. Setelah keluarga dari pusat rehab tidak dibiarkan ia bergaul dengan teman-teman di Yogyakarta lagi.

“Sepupu kami dititipkan kepada paman yang tinggal di wilayah Bogor secara tidak langsung, pergaulan sepupu kami benar- benar baru. Bukan cuma itu, pergaulannya benar-benar kami awasi agar tidak terkena narkotika kembali,” timpalnya.

“Setiap Polsek siap untuk bekerja sam, agar seluruh pengguna bisa direhab tidak usah takut, karena tujuan ini tujuan mulia untuk bersama agar keluarga kita sebagai pengguna bisa kita rehab,” ujar AKBP Bram. (zek)