Ikami Sumsel Tanjabbar Gelar Malam Keakraban

Dibaca: 131 kali

SIDAKPOST.ID, TANJABBAR – Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa/Pelajar Sulawesi Selatan (IKAMI SULSEL) Cabang Tanjung Jabung Barat melakukan malam keakraban di Balai Adat, Kuala Tungkal, Selasa (11/01/2022).

Makrab perdana oleh Ikami Sulsel ini mengusung tema yaitu ” Menjalin silaturahmi dalam memperkuat bingkai kekeluargaan”. Acara berjalan dengan lancar.

Acara tersebut selain d!hadiri oleh anggota dan pengurus Ikami, juga turut hadir perwakilan dari Kerukuan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Cabang Tanjab Barat.

Saat berlangsung nya acara, Ketua panitia Ali Azwar mengatakan dalam sambutannya, kegiatan ini merupakan kegiatan yang perdana bagi pengurus cabang Ikami, dengan tujuan supaya terciptanya nilai kebersamaan sebagai suku Bugis.

“Ini merupakan acara perdana yang dilakukan oleh pengurus Ikami Sulsel Tanjab Barat untuk mempererat tali persaudaraan kita, sebagaimana sesuai dengan tema kita,”ungkap Ali.

Ketua umum terpilih Juanda Lukmana mengatakan, organisasi ini merupakan organisasi kekeluargaan dimana harus mengedepankan nilai kesukuan sebagai Mahasiswa/Pemuda yang berketurunan suku Bugis.

“Ini organisasi adalah milik kita sebagai Pemudanya Sulawesi Selatan. Tidak ada milik bendera A dan bendera B kita sama selagi bersuku Bugis,” tegas Juanda.

Dikatakan Juanda, dengan kegiatan perdana ini semoga ini juga sebagai batu loncatan kedepannya agar selalu bersemangat dalam berorganisasi di Ikami.

“Saya mengajak kepada semua yang hadir. untuk selalu semangat bergotongroyong dalam membesarkan organisasi Ikami di Tanjab Barat,”tutup Juanda.

Sementara sambutandari pengurus KKSS Asri mengatakan, anak muda yang ikut berorganisasi tidak akan rugi. Sebab di organisasi banyak dampak yang positif yang terasa sangatlah besar.

“Beruntunglah adek adek yang masuk berorganisasi, salah satunya Ikami ini. Karena pengalaman saya yang dikatakan sering keluar daerah, sangat membantu karena bertemu saudara satu almamater, “ungkapnya.

Ia juga mengatakan, sebagai generasi penerus kedepannya agar senantiasa selalu mempertahankan nilai budaya yang terkandung dalam suku bugis.

“Hari ini budaya suku bugis d!tempat kita sudah mulai pudar. contohnya saja tarian bugis yang ada hari ini tidak ada. Kalaupun ada, bukan suku bugis yang menerapkannya,” tandasnya. (str)

ADVERTISEMENT