Saat Panen Padi, Bupati Bungo Kembali Ajak Warga Lebih Giat Bertani

Dibaca: 544 kali
Bupati Bungo Hamas Saat Panen Raya Padi Sawah Organik di Dusun Sungai Arang.

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Bupati Bungo Hamas kembali panen raya padi sawah organik milik kelompok (Poktan) tani Parit Jaya II, Dusun Sungai Arang, Kecamatan Bungo Dani, seluas 30 hektar, Kamis (11/1/2018).

Selain Bupati Hamas, hadir juga Sekda H Ridwan Is, Dandim 0416/Bute, Letkol Inf Wahyu, Kadis TPHBun, Camat Bungo Dani, Kepala OPD, serta Kelompok Tani Parit Jaya II, Dusun Sungai Arang.

Dalam laporannya, Camat Bungo Dani Ramayati mengatakan, ada sekitar 175 hektar lahan persawahan petani di Bungo Dani sudah bisa dimanfaatkan. Sedangkan untuk yang akan dipanen seluas 30 hektar.

Bupati Bungo, Hamas Saat Beri Sambutan di Lokasi Panen Padi Sawah Organik di Sungai Arang.

“Saat ini petani yang ada di sini, sangat antusias dan terpacu untuk berlomba-lomba menanam padi. Namun sebagian dari kelompok tani masih terkendala saluran irigasi pengairan sawah,” kata Camat.

Hamparan Padi Sawah Organik Kelompok Tani Parit Jaya II, Dusun Sungai Arang.

Disisi lain Kadis TPHBun Kabupaten Bungo, Hasbi mengatakan, panen raya kali ini, sebagai bentuk upaya untuk mewujudkan program yang sudah pernah dicanangkan oleh pemerintah sekaligus, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dari sektor pertanian.

Tak hanya giat menamam padi saja, para petani juga sudah berlomba-lomba dan sangat giat dalam pengembangan sektor cabai, pisang serta sayur mayur lainnya. Ia juga sebut, bahwa pihaknya juga telah menyalurkan berbagai keperluan petani seperti, pupuk serta kebutuhan lain.

“Selain peningkatan dari sektor padi, kami juga telah menylurkan bibit pisang, renovasi irigasi pengairan sawah petani. Dan kami bertekat terus memperhatikan apa yang dikeluhan petani, supaya peningkatan hasil dari kerja keras para petani bisa memuaskan, sehingga ekonomi masyarakat bisa lebih baik, ” ucap Hasbi.

Sementara Bupati Bungo Hamas dalam sambutannya, mengajak masyarakat untuk kembali lebih giat menamam padi, maupun menanam berbagai jenis sayuran lainnya. Sehingga tidak lagi kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jangan giat menanam padi akibat harga getah terpuruk saja, karena sudah dipengaruhi oleh gaya hidup yang serba dibeli. Padahal apabila kita terus bertani dan memanfaatkan semua lokasi perkarangan kosong maka tidak akan ada lagi masyarakat yang kesulitan ekonomi.

“Dengan semangat petani giat menamam padi serta tanaman lainnya, maka kami atas nama pemerintah lebih semangat lagi untuk selalu memperhatikan apa yang menjadi kebutuhan yang sangat mendasar agar semua hasil panen bisa lebih meningkat lagi, ” ujar Hamas. (zek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT




ADVERTISEMENT