Daya Beli Smartphone di Kota Bungo Menurun

Dibaca: 302 kali
Toko Smartphone Utama Cell

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Penjual Smartphone merasakan konsumsi telepon pintar di Bungo menurun. Hal ini dilihat dari penjualan yang di beberapa toko menurun hingga 40 persen.

Seperti dikatakan Abi yang merupakan PIC toko Smartphone Shop bahwa penjualan turun 40 persen.” Ya mungkin karena perekonomian lesu jadi masyarakat tidak terlalu untuk membeli HP,” ungkap Abi, Selasa (11/12).

Kondisi di Toko Smartphone Shop

Dikatakan untuk 2018 ini, Oppo per bulan bisa terjual sampai 200 unit di toko Abi. Berbeda dengan Realme dan Xiaomi yang terjual lebih sedikit, sekitar 190 unit per jenama.

“Padahal tahun lalu produk-produk ini bisa terjual lebih banyak. Seperti Oppo bisa mencapai 300 unit per bulan dan dua jenama lain bisa sapai 200 unit per bulan,” ucapnya.

Hal yang sama disampaikan Rizky Zulfitra selaku kepala toko Utama Cell bahwa untuk penjualan di tokonya juga menurun dari tahun kemarin.

Bahkan tahun ini kata Rizky Zulfitra penjualan per bulannya mencapai sekitar 300 unit dari tiga brand yang paling diminati. Mulai dari Oppo, Samsung dan Xiaomi. Berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Kalau Oppo satu bulannya ada 110, tahun lalu bisa sampai 200 unit per bulannya. Smartphone yang paling banyak dibeli dalam rentang harga 2 sampai 3 juta rupiah. Tapi kini jauh beda kalau dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Rizky.

Toko Smartphone, Galaxy Cell

Namun berbeda dengan, Meri selaku pemilik Galaxy Cell mengatakan ada tiga brand yang paling diminati di tokonya. Mulai dari Oppo, Samsung dan Xiaomi. ” Untuk penjualan rata-rata semuanya dekitar 300 unit dari total tiga brand tersebut,” kata Meri.

Bahkan kata Meri, banyak pembeli lebih banyak mencari Hp berdasarkan RAM dan kapasitas kameranya. Kalau modelnya itu terakhir, karena
pembelinya sendiri lebih banyak dari kelas pekerja. Jumlah pembelinya pun cukup stabil.

“Kalau kondisi sekarang agak stabil untik angka penjualan. Selain itu, pihaknya juga ada promo kredit. Kebanyakan yang beli disini kredit. Harga produk yang banyak dibeli, harga sekitar 2 juta hingga 4 juta rupiah lebih,”ungkapnya. (zek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT




ADVERTISEMENT