Ingat ASN dan Tenaga Kontrak di Bungo Belum Suntik Vaksin Kena Sanksi

Dibaca: 1.800 kali
Kepala BKPSDMD Kabupaten Bungo, Raden Wahyu Sarjono/Foto : sidakpost.id (zek)

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga kontrak di lingkup pemerintah Kabupaten Bungo yang belum disuntik vaksin Covid-19 tanpa alasan medis yang jelas maka akan mendapat sanksi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala BKPSDMD Bungo Raden Wahyu Sarjono ketika ditemui sidakpost.id di ruang kerjanya mengatakan, sesuai intruksi dari Bupati Bungo Nomor 1 Tahun 2021 tanggal 9 November tentang pelaksaan percepatan vaksin dalam rangka pencegahan virus covid-19.

BACA JUGA : Bagi Guru Belum Vaksin Tak Boleh Ngajar Tatap Muka di Sekolah

“Saya tegaskan saja di sini, bagi ASN dan tenaga kontrak yang belum divaksin dia harus menunjukan alasan jelas. kecuali mereka yang direkomendasikan dokter untuk tidak vaksin karena memiliki riwayat penyakit bawaan,” tegas Raden Wahyu Sarjono, Kamis (11/10/2021).

Dikatakan, bagi ASN dan tenaga kontrak yang belum suntik vaksin maka segera menyampaikan alasan yang jelas secara medis atau secara administratif dimana bisa dipertanggungjawabkan.

BACA JUGA : Harimau Teror Warga Lubuk Mandarsah, Satu Ekor Sapi Mengenaskan

“Bagi seluruh ASN dan tenaga kontrak yang sudah divaksin atau yang belum sama sekali suntik vaksin, sampaikan datanya ke kantor BKPSDMD paling lambat 17 November 2021,”ujar Wahyu.

Lebih jauh Wahyu menjelaskan bagi ASN dan Tenaga Kontrak ingin suntik vaksin, segera datangi Dinas Kesehatan atau di Puskesmas di masing-masing Kecamatan karena terkait percapaian vaksin sudah berkoordinasi ke dinas Kesehatan.

“Bagi ASN dan tenaga kontrak tidak mau suntik vaksin tidak jelas alasannya maka dikenakan sanksi administratif berupa, penundaan dan penghentian layanan administrasi pemerintahan antara lain, administrasi kepegawaian khusus bagi ASN dan PTT,”cetus Wahyu.

Terpisah Kadinkes Bungo, dr Safarudin Matondang menjelaskan, target secara nasional capaian suntik vaksin hingga desember 2021 70 persen. Untuk Bungo hingga akhir tahun minimal 50 persen.

“Saat ini di Kabupaten Bungo sudah 57 persen. Hingga kini data belum terinput masih ada 10674 dosis, itu disebabkan masalah jaringan, tapi kami terus kejar agar semua data bisa terinput,”pungkas Safarudin. (zek)

ADVERTISEMENT