Jangan Mengaku Cinta Tanah Air, Jika Tidak Menghargai Jasa Pahlawan

Dibaca: 375 kali
Penulis KARISMA DEVIANA, SMAN 2 Tebo, Saka Bhayangkara Ranting Polsek Rimbo Bujang.

JASA PAHLAWAN – Ungkapan cinta tanah air tak cukup hanya dibibir saja, namun perlu di implimentasikan dalam bentuk karya nyata sesuai pofesi masing-masing dalam mengisi kemerdekaan dengan ikut berperan serta dalam pembangunan.

Jiwa patriotik dan semangat kepahlawanan merupakan modal dasar harus dimiliki oleh generasi muda, untuk menuju cinta tanah air, kebangsaan, bela negara demi NKRI harga mati.

Momentum Hari Pahlawn, Pahlawan adalah orang yang berjasa pada negeri ini yang perjuangannya cukup besar dalam menegakkan kedaulatan Republik Indonesia.

Untuk itu, Hari Pahlawan di peringati pada setiap tanggal 10 November dan Pemerintah menetapkan 10 November menjadi Hari Pahlawan.

Historis pertempuran arek-arek Surabaya, karena adanya ultimatum dari penjajah yang menusuk perasaan rakyat Indonesia sehingga membaralah pertempuran di Surabaya pada 10 November yang silam.

Pertempuran  Surabaya berada di bawah Komndo Bung Tomo dengan suaranya yang menggelegar, membangkitkan semangat laskar arek Surabaya maupun para pejuang pemuda Indonesia “Maju terus pantang mundur.! Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.!” Ucap Bung Tomo.

Besarnya jasa pahlawan pada negeri ini tak ternilai dan telah kiita nikmati bersama. Namun, sudahkah generasi muda menghargai jasa pahlawannya ? Jika tidak ada pahlawan pada saat itu, akankah kita sudah berada pada era digital seperti saat ini ?. Di era digital seperti sekarang ini, para generasi muda lupa Kacang pada Kulitnya.

Menghargai jasa Pahlawan tidak hanya ikut perang, melainkan dari hal yang kecil juga bisa dilakukan seperti mengikuti upacara bendera dengan hikmad.

Generasi muda tidak lagi menghiraukan kata Bung Karno ”JASMERAH” sedangkan bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa Pahlawannya.

Perjuangan para pahlawan sangatlah berarti bagi negeri ini, mereka rela meninggalkan keluarganya bertaruhkan nyawa demi menegakkan kemerdekaan negara ini.

Darah darah dan darahlah yang menjadi saksi bisu perjuangan mereka, langit yang menjadi saksi nyata pun menangis menyaksikan penderitaan bangsa ini pada waktu itu. Udara yang memberi kesejukan berubah menjadi panas.

Angin yang mengiringi desingan amunisi, sudah makanan sehari-hari yang terdengar oleh telinga mereka.
Suara teriakan ”Merdeka!” yang menjadi pengobar semangat mereka.

Ambisi untuk merdeka sudah tertanam dalam jiwa, Nyawa yang menjadi taruhan untuk merdeka tidak lagi menciutkan semangat mereka. Semangat 45 sudah mendarah daging dalam diri mereka.

Para pahlawan sudah banyak memberi untuk negeri ini. Lalu, apa yang sudah kita berikan  untuk negeri tercinta ini? Apakah kita akan memberikan sebongkah emas dan segudang berlian untuk negeri ini.? Negeri kita tercinta ini, tidak butuh sebongkah emas dan segudang berlian.

Negeri ini hanya butuh pengabdian dari para generasi muda. Generasi mudalah yang akan menjadi tulang punggung negara. Masa depan bangsa berada pada tangan generasi muda.

Lengan baju disingsingkan, persiapkan untuk bangsa dan jangan banyak bicara terus kerja keras, karena ini sudah menjadi kewajiban generasi muda. Jangan mengaku cinta tanah air, jika hanya mencium tanah dan air saja. (*)

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT