Perjuangkan Hak, Warga Rantau Jaya Patokan Gelar Rapat Terbuka

Dibaca: 461 kali

SIDAKPOST.ID, TEBO – Gelar rapat terbuka yang dilakukan oleh Pengurus Forum Komunitas Permukiman Warga Rantau Jaya Patokan Kecamatan VII Koto Kabupaten Tebo.

Dihadiri ribuan warga sepakat untuk memperjuangkan status kependudukan dan lahan garap hingga ketingkat pusat.

Pasalnya, warga Rantau Jaya Patokan KM 55 Kecamatan VII Koto telah berdomisili dan menetap sejak Tahun 2007-2008 sebelum turunnya SK Menhut RI No.SK.141/Menhut-II/2010, Tanggal 31 Maret 2010 tentang IUPHHK HTI PT Lestari Asri Jaya di Kabupaten Tebo.

Er Er, Tokoh masyarakat Rantau Jaya Patokan KM 55 Kecamatan VII Koto didepan Ribuan Warga menegaskan, siap memperjuangkan aspirasi masyarakat Rantau Jaya hingga ke Pusat bahkan siap menghadap Bapak Presiden RI Joko Widodo karena masyarakat merasa ada diwilayah Patokan sebelum PT LAJ..

“Saya Mewakili Warga Rantau Jaya Patokan siap berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat sebab kami merasa ada di wilayah Patokan sebelum PT LAJ, ” tegasnya.

Er Er juga yakin, komitmen warga Rantau Jaya untuk memperjuangkan hak-haknya ditingkat pusat bakal diikuti oleh warga Kecamatan lainya yang berada dalam wilayah konsesi perusahaan PT LAJ.

“Melihat kekompakan dan komitmen warga Rantau Jaya saya yakin akan diikuti oleh warga didaerah lain yang berada dalam wilayah konsesi PT LAJ ” Ujarnya

Lanjut Er Er, dengan dokumen yang bakal kita bawa ke Pusat seperti dokumen sarana pendukung di wilayah Rantau Jaya Patokan pihaknya optimis Pemerintah pusat bakal menunjukkan keberpihakannya kepada masyarakat.

“Tentu optimis dengan dokumen yang kami miliki, sehingga negara bakal menunjukkan keberpihakannya dan hadir ditengah masyarakat. Untuk diketahui, wilayah Rantau Jaya Patokan KM 55 Kecamatan VII Koto berbatasan langsung dengan Provinsi Riau, ” pungkas Er Er.

Diketahui sebanyak 1267 KK Warga Rantau Jaya Patokan KM 55 Kecamatan VII Koto Kabupaten Tebo, terancam tidak dapat menggunakan hak pilihnya pada Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

Pasalnya belum dimiliki satu lembar pun data kependudukan mulai dari Kartu Keluarga, Akta Kelahiran, E-KTP dan dokumen lainya.

Padahal, warga Rantau Jaya Patokan KM 55 yang berdomisili didalam wilayah konsesi PT LAJ semenjak 2008 telah mengajukan beberapa kali kepada Pemerintah Tebo untuk mendapatkan kejelasan terkait data kependudukan.

Tragisnya lagi, warga Rantau Jaya yang mayoritas Pendatang dan menetap untuk berkebun didalam wilayah Konsesi PT LAJ sejak 2008 telah mencabut data kependudukannya di daerah asalnya sehingga nasib mereka sampai saat ini terkatung-katung tanpa ada kejelasan.

Sejak Tahun 2008 mereka ini, beberapa kali sudah meminta kejelasan kepada Pemkab Tebo terkait data kependudukan namun sampai sekarang belum ada realisasinya.

Masyarakat Rantau Jaya secara mandiri sudah membangun fasilitas pendukung mulai dari Sekolah SD, Madrasah, SMP Serta sarana ibadah dan Pasar. (nwr/asa)

ADVERTISEMENT


Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*