Dua Pelajar Alami Kecelakaan di Desa Tegal Arum Terima Santunan Meninggal Dunia Jasa Raharja

Dua Pelajar Alami Kecelakaan di Desa .Tegal Arum Terima Santunan Meninggal Dunia Jasa Raharja. Foto : sidakpost.id/jasa Raharja jambi

SIDAKPOST.ID, JAMBI – Dua pelajar alami kecelakaan di Desa Tegal Arum Rimbo – Bujang terima santunan meninggal dunia Jasa Raharja pada, Senin (10/04/2023).

Dua pelajar tersebut berboncengan sepeda motor tanpa nopol dan mengalami kecelakaan dengan sepeda motor tanpa nopol lainya di Jalan 10 Poros RT 01 Desa Tegal Arum, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo.

Kejadian kecelakaan tersebut dilaporkan pada tanggal 9 April 2023 tiga hari setelah kecelakaan pada tanggal 6 April 2023, kemudian diteruskan oleh Kepolisian Polres Tebo ke pihak Jasa Raharja untuk proses pengajuan santunan.

Kepala Jasa Raharja Cabang Jambi, Donny Koesprayitno, menyampaikan turut berduka cita yang sedalam dalamnya kepada kedua keluarga pelajar yang meninggal dunia akibat mengalami kecelakaan di Desa Tegal Arum, Kecamatan Rimbo Bujang dan keluarga yang ditinggalkan sabar dalam menerima cobaan.

”Penanggung jawab Jasa Raharja Samsat Rimbo Bujang langsung mendatangi tempat tinggal kedua pelajar yang meninggal dunia akibat kecelakaan saat berboncengan motor di Desa Tegal Arum, untuk menjemput bola berkas-berkas persyaratan pengajuan santunan seperti KTP ahli waris, kartu keluarga, akte dan buku rekening ahli waris,” jelas Donny.

Jasa Raharja menyerahkan santunan meninggal pengendara sepeda motor Yoga Verdi Setiawan Damanik kepada ahli warisnya yang sah yakni Tanti Muji Rahayu (ibu korban) dan pembonceng sepeda motor Muhammad Hamdany kepada ahli waris yang sah yakni Imam Nawawi (ayah korban).

“Santunan meninggal dunia sebesar Rp 50 juta telah diterima masing-masing ahli waris dua pelajar yang alami kecelakaan di Rimbo Bujang via transfer rekening setelah dilakukan survei ahli waris dan penjemputan berkas pengajuan santunan yang lengkap,” tutup Donny.

Sesuai peraturan Menteri Keuangan RI No.16 Tahun 2017, bahwa setiap korban kecelakaan lalu lintas meninggal dunia mendapatkan santunan perlindungan dasar sebesar Rp50 juta.

Himbauan kepada seluruh pelajar di Jambi tidak mengendarai kendaraan sebelum waktu secara hukum diperbolehkan berkendara, jika sudah tiba waktunya diperbolehkan agar mengendarai kendaraan di ambang batas kecepatan yang diatur lalu lintas sehingga kecelakaan lalu lintas dapat dihindari. (zek)