Miris, Diduga Siswi Kelas 2 SD di Bungo Digilir 4 Kakak Kelasnya

Dibaca: 1.806 kali
Foto Ilustrasi

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Seorang siswi berinisial SA di Kabupaten Bungo, diduga diperkosa oleh empat orang kakak kelasnya. Mirisnya lagi aksi dilakukan pelaku saat jam sekolah.

Informasi diperoleh, dari Y orang tua korban mengatakan kejadian ini berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB pagi pada bulan 26 Februari lalu. Hanya saja persoalan ini tidak sampai pada pihak Kepolisian.

“Sebenarnya kami tidak terima atas perbuatan empat pelaku yang berinisial RG, TH, BD, dan AL ini terhadap anak Kami. Namun permasalahannya ini akan diselesaikan secara adat ,” ucapnya.

Diceritakan Y, menilai kalau hal dialami anaknya itu, adalah kelalain dari pihak sekolah. Pasalnya, korban tersebut diperkosa di dalam kelas pada saat jam pelajaran sekolah.

“Anak saya dibawa ke dalam kelas, saat empat pelaku ini memperkosa korban secara bergilir. Akibatnya, anak kami merasa kesakitan bagian kemaluannya,” sebut Y.

Dikatakan, akibat kejadian ini korban belum berani untuk kembali kesekolah. Karena, salah satu guru sempat meminta korban untuk tidak menceritakan kejadian ini pada siapapun juga.

“Salah satu guru berinisial N meminta anak saya diam, dengan menjanjikan uang sebesar Rp 50 ribu. Jika ada yang nanya bilang saja ayah tiri yang telah memperkosa,”katanya.

Lebih jauh dikatakan, anaknya juga sempat diperiksa oleh bidan setempat. Dari hasil pemeriksaan, selaput kemaluan korban dinyatakan telah robek. Namun, tidak terlalu besar karena kemaluan yang masuk dalam ukuran kecil.

“Kami tidak terima karena masa depan kami sudah hancur. Untuk itu kami meminta kepada pihak yang berwajib untuk bisa memberikan tindakan yang seadilnya buat pembelaan bagi kami ,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kabupaten Bungo, Masril mengaku sudah turun ke sekolah terkait masalah ini, pihak sekolah membantah adanya kejadian tersebut.

“Pihak sekolah membantah, katanya informasi pemerkosaan itu tidak benar. Kalau korban sekedar dipegang oleh pelaku memang ada. Kalau guru yang membujuk korban dengan uang juga tidak ada ,” ucap Masril.

Sebut Masril, persoalan itu sudah diselesaikan secara adat. Namun, pihak yang dinyatakan bermasalah tersebut juga tidak mau membayar hutang atas sanksi yang diberikan oleh adat di Dusun setempat.

“Kalau dari pemeriksaan oleh tiga orang bidan, kelamin korban memang dinyatakan sudah robek. Kami juga menyarankan agar pihak korban menempuh jalur hukum biar jelas masalahnya,” kata Masril.

Tegas Masril, jika nantinya terbukti secara hukum, pihaknya tidak akan tinggal diam. Dinas Pendidikan Bungo akan memberikan sanksi tegas terhadap Kepala Sekolah, Wali Kelas, dan juga pada pelaku.

“Kalau sekarang kita ambil tindakan, kita belum tahu siapa yang benar dan siapa yang salah. Jadi sebaiknya permasalahan ini kita serahkan saja pada pihak kepolisian saja ,” tutupnya. (cr1)

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT