Warga Bungo Heboh, Dikira Anak Harimau Ternyata Kucing Hutan

Dibaca: 2.426 kali
Kucing Hutan, Diamankan di UPTD KPHP Bungo, Unit 2 dan 3

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Warga Dusun Mangun Jayo, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII, heboh diduga anak harimau berkeliaran di pemukiman warga, sekira pukul 08.05 WIB, Senin (11/3/2019).

Awalnya, yang diduga anak harimau tersebut ditemukan oleh salah satu warga, Tarmizi di dekat rumah datuk Rio (kades-red). Saat itu, dikejar oleh beberapa hewan anjing, warga curiga langsung mendatangi lokasi.

Penyerahan, Satwa Kucing Hutan, Dari Rio Mangun Jayo kepada Kasatgas, UPTD KPHP Bungo, Unit 2 dan 3 (Hendrik Haraharap, S.Hut), Senin (11/3/2019).

“Tadi saya curiga ajing mengonggong disekitar rumah Rio. Setelah saya cek dikira anak harimau rupanya kucing hutan. Kemudian kucing itu kami serahkan kepada Rio,” kata Tarmizi.

Sementara itu, Rio Dusun Mangun Jayo, H Jafar Ali dikonfirmasi mengatakan, benar tadi warga heboh katanya ada anak harimau masuk dusun, setelah ditangkap oleh warga ternyata anak kucing hutan.

“Karena kucing hutan itu Satwa yang dilindungi maka langsung kami laporkan ke pihak UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Bungo. Kini kucing hutan tersebut sudah dibawa ke Bungo,” kata Rio, H Jafar Ali, Senin (11/3).

Terpisah, Kepala UPTD KPHP Bungo Unit 2 dan 3, Dendi Wisnu Nurgoho melalui, Kasatgas Mitigas Konflik Satua Dengan Manusia, KPHP Bungo, Hendrik Harahap, S.Hut membenarkan adanya laporan dari Rio Mangun Jayo, terkait penemuan kucing hutan yang masuk permukiman.

“Tadi mendapat informasi itu, kami langsung ke Dusun Mangun Jayo, untuk mengambil kucing hutan yang ditemukan warga. Setelah itu, kucing hutan ini, kita amankan di Kantor,” kata Hendrik.

Dikatakannya, penemuan kucing hutan ini sudah yang kedua kalinya. Dulu juga pernah ditemukan di rumah warga dusun Suka Jaya. Kucing hutan ini, rancana akan berkordinasi dengan Balai SDA wilayah 2 Bungo dan Merangin.

“Rencana kucing hutan ini, akan kita kembali ke hutan. Tapi, untuk tempat melepasnya tidak bisa kami sampaikan karena itu rahasia. Karena hewan ini adalah Satwa yang dilindungi,” ungkap Hendrik. (zek)

ADVERTISEMENT







ADVERTISEMENT