Musim Hujan DBD Mengancam Warga Bungo

Dibaca: 193 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Musim penghujan saat ini, penyakit Demam Berdarah (DBD) dengue patut diwaspadai. Dinkes Bungo mewanti-wanti kepada masyarakat untuk selalu waspada akan penyakit DBD.

Dari pantauan, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Hanafie Bungo, mencatat ada sebanyak tiga pasien penderita demam berdarah dengue (DBD) yang dirawat. Dari semua penderita berjenis kelamin laki-laki.

Salah satu pasien prnderita DBD dari Babeko, Hengky menceritakan sebelumnya pernah berobat, dan mengira terkena penyakit tipus.

“Saya sudah dirawat selama enam hari, setelah mengetahui hasil Laboratorium di rumah sakit ini, ternyata hasilnya demam berdarah, dan alhamdulillah hari ini di izinkan pulang oleh dokter,” ungkap Hhengky, Senin (11/2/2019).

Selain Hengki, ada dua pasien lainnya yakni, Hidayat, warga Kecamatan Kuamang Kuning, merupakan pasien yang masuk hari ini Senin 11 Februari 2019, dan Amri Rahim warga Cadika, Kecamatan Rimbo tengah, masuk hari Jumat (09/02).

Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo, di tahun 2019 ini satu korban terjangkit DBD dinyatakan meninggal dunia. Meninggalnya korban DBD disebabkan penyakit mematikan tersebut lambat terdeteksi

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo, Safarudin Matondang, mengatakan dari ddat, tercatat kasus DBD di Bungo mencapai 118 kasus terhitung sejak tahun 2017 lalu hingga 2018

“Dari data di Dinkes Bungo, kasus DBD tahun 2018 lebih meningkat dari tahun lalu, dimana tahun 2017 lalu tercatat 29 kasus sementara 2018 tercatat 93 kasus. Sedangkan diawal tahun 2019 satu orang dinyatakan meninggal dunia karena lambat terdeteksi,” ujar Safarufin Matondang.

Ia juga  menghimbau masyarakat untuk memperbaiki pola kebersihan lingkungan dengan 3 M plus. Menutup, menguras dan mengubur. Hal ini dikarenakan nyamuk dari bertelur hingga dewasa memiliki waktu dari 8 hingga 10 hari.

“Nyamuk dapat berkembang biak dengan cepat, apalagi banyak air yang mengendap, maka kuraslah tempat penampungan air yang bisa dijadikan nyamuk untuk bertelur,” jelasnya.

Safarudin juga mewanti-wanti Masyarakat untuk lebih berhati-hati karena nyamuk Aedes aegypti biasa menggigit pada pagi hari pukul  08.00 – 10.00 dan sore pukul 15.00-17.00. Perkembangan nyamuk semakin meningkat karena faktor cuaca. (jul)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT




ADVERTISEMENT