Bupati & Wabup Tebo Ikuti Virtual, Rakernas Bersama Presiden RI Joko Widodo

Dibaca: 359 kali

SIDAKPOST.ID, TEBO – Bupati Tebo Dr H. Sukandar bersama Wakil Bupati Syahlan.SH mengikuti pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pembangunan Pertanian Tahun 2021 oleh Presiden RI Joko Widodo, Pada Senin (11/01/2021).

Pembukaan Rakernas Pembangunan Pertanian ini dilaksanakan secara Virtual dengan menggunakan aplikasi zoom, dan diikuti oleh para Gubernur dan Bupati/Walikota se-Indonesia.

Tampak hadir pada acara Virtual ini Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan Hortikultura dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tebo M.Ziadi,S.P,M.Si Kepala Dinas Perkebunan Perternakan dan Perikanan Casdari,S.Pt M.Si dan lainnya.

Dalam sambutannya, Presiden menekankan agar pembangunan pertanian dilakukan secara lebih serius dan detail.

“Pengelolaan yang berkaitan dengan pangan itu betul-betul harus kita seriusi, pembangunan pertanian harus betul-betul kita seriusi secara detail, ” ujar Presiden

Dalam kondisi pandemi saat ini, imbuhnya, sektor pertanian menempati posisi yang semakin sentral.

“Kita tahu, FAO memperingatkan potensi terjadinya krisis pangan, hati-hati mengenai ini, hati-hati. Akibat pembatasan mobilitas warga, dan bahkan distribusi barang antarnegara, distribusi pangan dunia menjadi terkendala,” tuturnya.

Dicontohkan Presiden, melambungnya harga komoditas kedelai impor beberapa waktu lalu yang berdampak pada pengrajin tahu dan tempe di Indonesia.

Oleh sebab itu, Presiden menggarisbawahi pentingnya pembangunan pertanian pada komoditas pertanian yang saat ini masih diimpor.

“Saya ingin menggarisbawahi terutama yang berkaitan dengan komoditas pertanian yang impor. Kedelai hati-hati, jagung hati-hati, gula hati-hati, ini yang masih (impor) juta-jutaan ton,” ungkapnya.

Begitu juga dengan bawang putih dan beras. Namun untuk beras, diungkapkan Presiden, Indonesia sudah hampir dua tahun tidak melakukan impor komoditas ini.

“Sudah hampir dua tahun kita enggak impor beras, ini saya mau lihat betul lapangannya kondisinya seperti apa, apakah konsisten kita lakukan untuk tahun-tahun mendatang,” imbuhnya.

Di hadapan peserta Rakernas, Presiden pun meminta agar didesain skema pembangunan pertanian untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Yang tadi saya sampaikan, barang-barang ini harus diselesaikan, urusan bawang putih, urusan gula, urusan jagung, urusan kedelai, dan komoditas yang lain yang masih impor, tolong ini menjadi catatan dan segera dicarikan desain yang baik agar bisa kita selesaikan,” tutupnya. (asa)

ADVERTISEMENT