Proyek Jalan Rp 3.9 Miliar di Pamenang Disorot

Dibaca: 236 kali
foto (ilustrasi)

SIDAKPOST.ID, MERANGIN – Postingan akun facebook Firdaus Sianturi, yang mengklaim sebagai ketua LSM Intra Win, baru baru ini, cukup menyulut perhatian banyak netizen.

Dalam video yang berdurasi tak lebih dari 15 detik tersebut, Firdaus Sianturi nampak mengangkat aspal jalan dengan kedua belah tangannya. Menariknya aspal tersebut nampak sangat mudah terangkat, bak seperti mengambil beras dalam karung dan ‘tergerai’.

”Saya melihat aspal jalan ini dikerjakan 5 Juni 2020 lalu, dan kemudian tanggal 6 Juni saya datang ke lokasi proyek jalan, dan melihat kondisi aspal jalan,”katanya.

Jika aspal jalan tersebut dikerjakan sesuai dengan spesifikasi, rasanya tidak mungkin aspal tersebut bisa dengan sangat mudah saya angkat hanya dengan menggunakan kedua belah tangan dia.

“ Melihat kondisi tersebut, kami menilai proyek jalan dengan anggaran fantastis milik Pemkab Merangin ini, ter-indikasi dikerjakan asal jadi,” protes keras Firdaus Sianturi, dilangsir dari media jejakjambi.com.

Dari penemuannya dilapangan tersebut lanjut  Firdaus Sianturi, pihaknya berharap agar pihak rekanan proyek atau PT Adhipati Bangun Nagara bisa berkerja sesuai dengan harapan masyarakat.

Sehingga proyek pengaspalan jalan wilayah Pemenang ini, benar-benar bisa dinikmati masyarakat dengan rentan waktu yang lama.

“Bukan nanti, belum genap satu tahun dikerjakan, namun apsal jalan tersebut sudah tidak karuan lagi keberadaannya. Itu harapan saya sebagai salah satu tokoh masyarakat Pamenang,” tandas Firdaus Sianturi.

Tak hanya Firdaus Sianturi yang bersuara lantang, Masroni koordinator Forum Bersama Peduli Merangin (F-BPM) yang mengaku melihat postingan medsos video Firdaus Sianturi tersebut pun mengaku cukup kecewa, jika pekerjaan rekanan sedemikian parah-nya.

“ Saya minta pihak camat, kepala desa dan warga setempat kompak turun ke-jalan guna mengawasi secara langsung pekerjaan proyek tersebut. Apalagi dana proyek tersebut tidaklah sedikit, dan menguras banyak uang rakyat.

Artinya, jika memang pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi, atau kadar aspal-nya yg buruk. Iya saya minta warga jangan takut menghentikan pekerjaan proyek.

“Dan kontraktor pelaksananya suruh pulang kampung saja. Ingat, hasil akhir pekerjaan, masyarakat kita disana-lah yang akan menikmatinya,” tegas Masroni.

Sekedar untuk diketahui, hasil penelusuran jejakjaambi.com, proyek APBD Merangin dengan kucuran dana RP 3,9 Miliar tersebut berjudul peningkatan jalan dalam kelurahan pamenang, dengan nama kontraktor pelaksana PT Adhipati Bangun Nagara, melalui Konsultan Pengawas CV Bangun Struktur Konsultan.

Meski hingga berita ini dirilis, pihak rekanan PT Adhipati Bangun Nagara yang katanya dinahkodai Hendri warga keturunan dan berdomilisi di Jambi tersebut, masih belum berhasil dikonfirmasi, namun PPTK proyek Efrianto mengatakan, jika proyek pengaspalan jala tersebut  belum lah tuntas dikerjakan.

“Orang baru dikerjakan proyek itu, lagian saat pengangkatan aspal dilakukan Firdaus Sianturi, itu aspal baru saja dihambur, jadi belum terjadi pengerasan. Yang jelas, kita akan benahi jika ada yang tidak sesuai dengan spefisikasi proyek,”katanya. (Cr1)

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT