Alami Kelumpuhan, M. Arif Rahmat Butuh Uluran Tangan Dermawan

Dibaca: 816 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Muhammad Arif Rahmat Putra (18) kini hanya bisa terbaring lemas di tempar tidurnya. Sejak setahun yang lalu itu, ia hanya menghabiskan hari-harinya di tempat tidur lantaran pihak keluarga kini tidak mampu membiayai pengbatannya yang membutuhkan biaya yang cukup besar mencapai Rp 280.000.000.

Saat ini keluhan terberat yang dirasakan M. Arif Rahmat Putra adalah belum bisa buang air kecil dan harus pakai keteter, belum bisa menggerakkan kaki serta belum bisa merasakan apa-apa, sehingga harus segera dilakukan tindakan berikutnya agar penyakit ini tidak semakin parah.

Keluarga M. Arif, Ridwan Siregar, menuturkan, menurut dokter yang menanganinya, M. Arif Rahmat Putra harus menjalani pengobatan lanjutan dengan stem cell (terapi sel punca) dan harus menjalani pengobatan 2 stem cell dengan 6 kali suntikan karena fungsi sarafnya lemah.

Untuk melanjutkan pengobatan itu kata Ridwan, mereka kini mengalami kesulitan biaya dimana mereka juga telah menghabiskan biaya hingga ratusan juta ketika mengobati adik kesayangannya itu hingga ke Malaysia dan terhenti karena pembiayaan yang kurang.

“Dari operasi tepat tanggal 9 Mei 2019 sampai kini kami masih terus berupaya untuk kesembuhan adik kami ini. Tetapi setelah berkonsultasi dengan pihak dokter RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat, ternyata kebutuhan biaya untuk perobatan adik ini sangat besar, dan kami tidak lagi punya kemampuan untuk itu. Kerendahan hati para dermawan menjadi harapan yang sangat besar bagi kami untuk kesembuhan M. Arif ini,” tutur Ridwan Siregar, Sabtu (9/5/2020).

Kini salah satu upaya yang mereka lakukan adalah dengan membuka donasi secara sukarela melalui website profesional donasi https://kitabisa.com.
https://kitabisa.com/campaign/bantumarifutm_source=socialsharing_campaigner_web_a8ba684d966047f687bc753c6c07bb1b&utm_medium=share_campaign&utm_campaign=share_onboarding.

Lebih jauh Ridwan juga menuturkan, kelumpuhan yang dialami oleh M. Arif Rahmat Putra itu berawal ketika ia membersihkan bak mandi di rumah orang tuanya di RT 05 RW 02 Kelurahan Sungai Binjai, Kecamatan Bathin III Kabupaten Bungo, pada 1 Mei 2019 lalu. Ia ditimpa oleh dinding beton di bagian tulang belakangnya.

Akibat luka serius yang dialaminya, M. Arif harus naik meja operasi tepat pada 9 Mei 2019 lalu. Pasca operasi itu, nasibnya ternyata belum mujur seperti kebanyakan orang, kondisi M. Arif Rahmat Putra ternyata belum membaik dan harus menjalani perobatan jalan.

Selain itu, kelumpuhan sejak setahun yang dialaminya itu membuat pendidikan M. Arif juga tertunda. Tahun ini M. Arif seharusnya bisa tersenyum lebar karena telah menamatkan pendidikannya di SMAN 4 Muara Bungo dan melanjutkan cita-citanya. Namun ia harus mengubur sementara cita-citanya itu lantaran kondisinya yang belum membaik.

Saat ini total biaya yang dibutuhkan sebesar Rp 280.000.000, untuk rinciannya: Biaya stem cell 4 kali x Rp 55.000.000 = Rp 220.000.000. Biaya rumah sakit rawat labor pemeriksaan konsul dokter obat 4 kali x Rp 15.000.000 = Rp 60.000.000. Dengan total Rp 220.000.000 + Rp 60.000.000 = Rp 280.000.000.

“Untuk itu, sangat besar harapan kami akan bantuan dan doa para Orang Baik agar Muhammad Arif Rahmat Putra bisa melanjutkan pengobatan hingga selesai dan dia bisa menjalani kehidupan normal seperti teman-temannya yang lain,” pungkasnya.

Para Dermawan juga bisa menghubungi langsung pihak keluarga M. Arif Rahmat Putra di kontak +62 811-7482-017 Ridwan Siregar. (red)

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT