BPD Dusun Candi Sudah Laporkan Rio ke Kejaksaan Negeri Bungo

Dibaca: 1.566 kali

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Datuk Rio (Kades) Dusun Candi, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, dituding tak transparan dalam pengelolaan dana yang masuk ke Dusun setempat.

Tudingan tersebut, dilontarkan oleh, Ketua BPD Dusun Candi, M. Sayuti, Selasa (10/4), pihaknya menyebutkan, semua pengelolaan dana yang masuk ke Dusun tidak transparan. Seperti dana desa, anggaran dana desa dan termasuk dana yang lainnya.

“Saya heran, setiap ditanya soal penggunaan dana sang Rio selalu mengelak dan itu bukan urusan BPD. Padahal kami selaku pengawasan tentu ingin juga mengetahui sejauh mana yang dikerjakan oleh Rio bersama perangkatnya yang ada, ” kata Sayuti.

Sebelumnya, kata Sayuti, Rio Muhaidi, sudah dilaporkan, ke pihak Kejaksaan Negeri Bungo. Pada 25 Januari 2018, namun hingga kini, laporan dugaan Korupsi yang sudah dilaporkan itu belum juga ditindak lanjuti oleh pihak Kejari Bungo.

“Semua berkas sudah kami sampaikan kepada Kejaksaan Negeri Bungo, tapi hingga sekarang, belum ada juga tindak lanjut dari Kejari Bungo, jujur kami tidak tahan lagi dengan kondisi yang kami alami sekarang,” ujarnya lagi.

Hal senada juga disampaikan oleh Tarmizi salah satu anggota BPD Dusun Candi, bahwa dia mengatakan, selain permasalahan dana desa, dana CSR yang diberikan oleh PT.SKU Rp 75 juta per tahun juga tidak jelas penggunaan dan dipotong secara langsung oleh Rio Rp 15 juta.

“Kami heran saja, kok biea dana CSR dipotong sebesar itu, emangnya uang itu milik pribadi apa. Setahu kami, uang yang diberikan oleh PT. SKU itu, tidak boleh dipotong satu rupiahpun dan murni uang itu untuk kepentingan warga Dusun Candi, ” kata Tarmizi.

Sebutnya, dia sangat berharap semua laporan yang sudah masuk ke pihak Kejaksaan Bungo, segera ditindak lanjuti lah. Karena menurutnya Rio sudah jelas-jelas sekali tidak transparan didalam penggunaan semua dana yang masuk ke dusun padahal BPD adalah pengawasan yang ada di Dusun.

“Ya kalau bisa penegak hukum turun langsung ke lokasi, mau data sementara banyak apapun akan kami siapkan. Sekaligus siap menjadi saksi bila diminta oleh penegak hukum. Kami bingung saja, mau kemana lagi kami harus mengadu terkait permasalahn ini, ” tutupnya.

Terpisah, Rio Dusun Candi, Muhaidi saat dikonfirmasi, Selasa (10/4) via telepon seluler miliknya dia mengatakan, sejauh ini apa yang dia lakukan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Setiap pembangunan yang dibuat ada semua papan pengumuman proyeknya.

“Jadi kalau menurut tudingan nereka saya tidak transparan dalam mengelola dana yang ada dari sisi mananya. Semua sudah transparan kok dan pengerjaan semua proyek ada TPKnya,” ujar Rio Muhaidi.

Bahkan kata dia, sejauh ini, komunikasi dengan BPD bagus-bagus saja. Tapi memang sebagian BPD ingin secara detail ingin mengetahui hal yang berkaitan dengan penggunaan dana yang masuk ke dusun.

“Ya semua penggunaan anggran sudah kami sampaikan di papan pengumuman, namun kalau ingin mengetahui secara deatail semua dana yang digunakan itu sudah diluar jalur lagi,” tukasnya. (zek)

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT