Harimau Teror Warga Lubuk Mandarsah, Satu Ekor Sapi Mengenaskan

Dibaca: 548 kali
Harimau Sumatera/Foto : Ilustrasi (Ist)

SIDAKPOST.ID, TEBO – Kades Lubuk Madrasah Kecamatan Tengah Ilir Kabupaten Tebo, memberikan himbauan dan mewanti-wanti warganya untuk tetal waspada saat beraktivitas atau bekerja di kebun.

Pasalnya, ada informasi berkembang bahwa ada ancaman Harimau Sumatera masuk pemukiman warga, masyarakat Desa Lubuk Mandarsah semakin resah karena terbukti adanya ternak Sapi milik warga mati mengenaskan yang diduga diterkam harimau si Raja hutan yang menyeramkan itu.

BACA JUGA : Terkam Warga Merangin, Harimau Betina Masuk Perangkap di Desa Air Batu

Kondisi Sapi Warga Diduga Kuat Diterkam Harimau Sumatera di Lubuk Mandarsah, Kab. Tebo-Jambi

Kades Lubuk Mandarsah Zulpan Sarifudin dikonfirmasi menyebutkan, terkait ternak yang dimangsa Harimau diketahui setelah ada laporan bahwa warga melaporkan ada kehilangan ternak Sapi miliknya.

BACA JUGA : Terkam Warga Merangin, Harimau Betina Masuk Perangkap di Desa Air Batu

Tidak lama kemudian diturunkan tim untuk melakukan pencarian, untuk menyisir diseputaran lokasi yang menjadi rute perjalanan ternak Sapi.

” Memang benar ada ternak Sapi milik warga mati, diduga terkam Harimau yang memasuki perkampungan warga. “Ungkap Kades Zulpan Sarifudin. Selasa (09/11/2021).

Dari pencarian yang dilakukan sekitar Pukul 10.00 Wib, sebut Kades Zulpan,
ternak Sapi yang hilang telah ditemukan di RT 13 Dusun Melako sudah mati.

Pencarian juga dibantu oleh tim Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi, kini sedang diteliti oleh tim BKSDA guna memastikan Harimau atau tidak penyebab matinya Sapi.

“Tentunya untuk memastikan itu harimau atau tidak, sendang dicek tim dan diteliti fakta yang ada di lapangan. “jelas Kades.

Sebut Kades, dari jejak kaki dan luka yang terlihat pada tubuh ternak Sapi, kuat dugaan sementara ini akibat serangan dan terkaman Harimau.

“Kita sudah mengeluarkan himbauan kepada masyarakat supaya lebih berhati-hati dalam beraktivitas di luar rumah terutama ketika melakukan aktivitas di kebun demi keselamatan, “pungkasnya. (asa)

ADVERTISEMENT