Sempat deflasi, Uang Berputar di Bungo Naik Akibat Bahan Makanan

Dibaca: 306 kali
fhoto/istimewa.

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Kota Muara Bungo Jambi, yang pada September deflasi, pada Oktober kembali inflasi karna bahan makanan.

Berdasar data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) wilayah Bungo mencatat Kota Muara Bungo pada September mengalami deflasi 0,28 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 127,98. Sedangkan pada Oktober menjadi inflasi sebesar 0,55 persen dengan IHK 128,69.

Kepala BPS Kabupaten Bungo, Syarfani Dani mengatakan, Inflasi tersebut terjadi karena penurunan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga kelompok pada enam kelompok pengeluaran.

“Pertama, Kelompok Bahan Makanan sebesar 1,82 persen,” ujarnya.

Lanjutnya, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau sebesar 0,42 persen; Kelompok Sandang sebesar 0,39 persen;  Kelompok Kesehatan sebesar 0,05 persen;

Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,01 persen; dan Kelompok Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 0,09 persen.   Sementara itu Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas,dan Bahan Bakar mengalami deflasi sebesar 0,15 persen.

“Laju inflasi tahun kalender Kota Muara Bungo sebesar 3,49 persen dan laju inflasi tahun ke tahun sebesar 4,03 persen,” ungkapnya lagi.

Sedangkan kata dia, pada bulan Agustus Kota Muara Bungo juga mengalami deflasi sebesar 0,19 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) tercatat sebesar 128,34.

Deflasi terjadi karena penurunan harga. Ini ditunjukkan oleh turunnya indeks harga pada tiga kelompok pengeluaran, yaitu  Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,74 persen; Kelompok Kesehatan sebesar 0,29 persen; dan Kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan sebesar 1,91 persen.

Sedangkan empat kelompok pengeluaran lainnya mengalami inflasi yaitu Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0,79 persen.

“Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0,31 persen, Kelompok Sandang sebesar 0,27 persen, dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,50 persen,” tukasnya. (zek)

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT