Dewan dan Pemda Lotim Setujui BLT Petani Dari DBHCHT

Dibaca: 130 kali
Anggota Komisi III dan IV DPRD Lotim dan Pemda Lotim bersama ASRI Membahas DBHCT

SIDAKPOST.ID, LOMBOK TIMUR – Anggota komisi III dan IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim menggelar hearing dengan Aliansi Rakyat Tani (Asri) NTB, jum, at (6/10) di ruang rapat DPRD Lotim. Hasilnya, dewan menyetujui adanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk petani dari DBHCHT.

Ketua Komisi IV DPRD Lotim HL Hasan Rahman yang memimpin hearing mengatakan, BLT DBHCHT untuk petani dinilai akan sangat efektif dalam membantu kebutuhan petani. Selain itu, roda perputaran ekonomi juga akan terdongkrak dengan adanya BLT.

Kata Rahman, keefektifan cukup jauh dibanding Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang uangnya diarahkan untuk membeli barang tertentu. “Karena itu saya rasa sangat efektif,” jelas politisi Golkar itu.

Adapun rencana tersebut akan dilaksanakan pada APBD 2022 mendatang. Menurutnya, saat ini pihaknya menunggu masukan teknis penyaluran BLT tersebut dari beberapa NGO yang mewakili petani.

Ketua DPD II Golkar Lotim itu menjelaskan, DBHCHT tahun 2022 nanti akan meningkat menjadi sekitar Rp 61 miliar dari tahun ini sebesar Rp 59,8 miliar.

“Sesuai peraturan menteri, BLT sebesar 35 persen untuk petani itu kan cukup besar untuk diputar di wilayah masing-masing petani,”tuturnya.

Usulan tersebut juga telah disepakati oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Lotim. Kepala BPKAD Lotim H Hasni menjelaskan, pihaknya akan membahas penyaluran BLT DBHCHT untuk petani pada pembahasan APBD 2022.

Ia berharap, Asri NTB dan NGO yang mewakili petani tembakau lainnya segera memberikan masukan terkait format penyaluran.

“Karena pembahasan APBD 2022 harus sudah final pada 30 November mendatang,”jelas Hasni.

Sementara itu, perwakilan Asri NTB Habiburrahman menerangkan, di tengah pandemi Covid-19, petani membutuhkan bantuan stimulus. Salah satu yang menjadi penekanannya adalah bantuan berupa BLT untuk petani.

Kata Habib, memang cukup disayangkan ketika tidak ada BLT dari DBHCHT di tahun 2021 ini. “Karena itu kami mendorong agar pemerintah memperhatikan apa yang dibutuhkan petani saat ini,” tegasnya. (cr3)

ADVERTISEMENT