Kasat Binmas Polres Tebo, Ajak Masyarakat Cegah Pungutan Liar

Dibaca: 194 kali

SIDAKPOST.ID, TEBO – Kasat Binmas Polres Tebo menggelar penyuluhan keluarga sadar hukum bertempat di SMP 6 Tebo, Desa Giriwinangun, Kecamatan Rimbo Ilir, Senin (9/09).

Selain Kasat Bibmas, Iptu Agung juga didampingi oleh, Ps Kanit Binpilmas, Brika Suwindra Aldi, Bhabinkamtibmas Polsek Rimbo Ilir, Aipda Dadan Juanda, Kepsek, dewan guru dan para Siswa.

Kasat Binmas Polres Tebo, Iptu Agung mengatakan, penyuluhan Kadarkum betujuan untuk mempublikasikan tentang terbentuknya Satgas Saber Pungli Kabupaten Tebo.

Selain itu, Serta kembali mengingatkan kepada masyarakat agar dapat memahami bahwa pungutan liar (Pungli) tidak dibenarkan apapun dalilnya, bagi pelaku pemberi dan penerima dikenaksn sanksi tegas sesuai peraturan hukum yang berlaku.

Dengan tujuan agar para Siswa sejak dini berdisiplin dan patuh hukum, begitu juga mengingatkan kepada dewan guru dan masyarakat untuk bersama – sama mencegah terjadinya pungutan liar dengan dalih apapun.

“Diharapkan kedepan semua elemen masyarakat tidak ada melakukan pungutan liar dalam bentuk apapun, karenan pelaku pungli tanpa pandang bulu akan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tutur Iptu Agung Purwanto.

Dikatakannya, pengawasan dapat dilakukan oleh semua lapisan masyarakat dan dapat melaporkan kepada Satgas saber pungli, apabila ada mengetahui terjadinya tindakan pungli yang merugikan orang lain.

“Kita ingatkan jangan main – main dengan pungli apapun dalihnya dan pelakunya akan ditindak tegas diproses hukum yang berlaku, mari kita cegah praktek pungli dan laporkan segera ke Satgas Saber Pungli apabila mengetahui tindak pidana tersebut,” tandas Kasat Binmas.

Kepala SMPN 6 Kabupaten Tebo Kristina Dewi menyebutkan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Sat Binmas Polres Tebo yang sudah menyambangi dan memberikan penyuluhan tentang kadarkum di SMPN 6 Tebo.

“Dengan digelarnya penyuluhan hukum ini dapat bermanfaat kepada dewan guru, para Siswa maupun masyarakat untuk bersama -sama mencegah terjadinya pungli,” ujar Kepsek Kristina Dewi. (asa)

ADVERTISEMENT







ADVERTISEMENT