Dibalik Cerita Bunuh Diri Pasien yang Meloncat Dari Lantai Tiga RSUD Muara Bungo

Dibaca: 7.207 kali
Sisi Lingkaran Merah Dimana Korban Loncat Lewat Jendela Kamar 01, Lantai Tiga RSUD H. Hanafie Bungo Beberapa Waktu Lalu.

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Masih ingat kejadian pasien bunuh diri di RSUD H Hanafie Muara Bungo, yang tewas terjatuh. Diduga pasien tersebut bunuh diri meloncat dari lantai tiga, pukul 11:15 WIB, Rabu 31 Agustus 2017 beberapa hari lalu. Hingga bikin geger Karyawan dan Pasien, pengunjung rumah sakit, serta masyarakat Bungo.

Korban diketahui, ber inisial M (41)
warga Lorong Sepakat, Kelurahan Bungo Timur, Kecamatan Pasar Muara Bungo. Kabupaten Bungo, Jambi. Korban tewas di TKP walaupun sempat ditangani tim medis rumah sakit.

Kondisi korban cukup mengenaskan, mengalami luka begitu parah di bagian kepala, karena terbentur lantai saat terjatuh. Belum diketahui motifnya. Namun, dugaan sementara, korban sengaja bunuh diri karena putus asa akibat penyakitnya tak kunjung sembuh.

Bahkan berdasarkan keterangan dari pihak rumah sakit korban bunuh diri. Ada yang janggal dengan kematian sang pasien ini. Kenapa pasien memilih bunuh diri disaat pagi menjelang siang, rasanya janggal ada orang bunuh diri memilih waktu di pagi hari.

Yang lebih mengerikan lagi kepala pasien tersebut sampai mengalami luka begitu serius, karena meloncat dari lantai tiga yang tak begitu tinggi dan tewas seketika.

Menurut versi lain pasien bukan bunuh diri tapi didorong makhluk lain dan ada juga versi yang mengatakan pasien kerasukan makhluk lain penghuni kamar VIP, dengan nomor kamar 01 di RSUD H Hanafie Muara Bungo.

Sumber lain juga mengatakan, sudah mengetahui kalau kamar 01, ini cukup terkenal dengan keangkerannya. Karena disaat ia bangun tidur ia melihat ada orang sedang menggali kuburan, tak hanya itu, didepannya terlihat banyak kuburan lain.

“Dulu saat saya dirawat di kamar 01, tersebut ada juga pasien yang sudah tua, ingin meloncat lewat pintu yang kamar tersebut. Namun bapak itu bisa mengedalikan diri, dan tak jadi ia meloncat,” ungkap sumber yang dapat dipercaya kepada sidakpost.id.

Setelah melihat penampakan yang aneh tersebut, pasienpun akhirnya hari itu juga meminta keluar dan dipindahkan dari ruangan tersebut. “Pasien langsung minta keluar dari kamar 01 itu,” tambah sumber.

Bukan hanya itu, redaksi juga mencoba menelusuri lebih jauh bagunan gedung dan kamar 01 RSUD H Hanafie Muara Bungo itu. Kamar VIP dengan tarif Rp. 600.000/malam.

Sumber lainnya menyebutkan bahwa di lokasi gedung ini dulunya terdapat pohon raya (sejenis pohon beringin), dan pohon tersebut dikatakan sumber menjadi tempat kediaman beberapa makhluk halus.

Meskipun pohon tersebut tak ada lagi, namun yang namanya makhluk halus atua jin dan hantu akan tetap mengikuti di tempat gedung yang baru. Karena mereka sebangsa jin hantu bukan hanya tinggal di pohon saja, tapi mereka juga tinggal di gedung baru dan diperalatan Rumah Sakit, seperti ranjang pasien dan peralatan lainya.

Percaya atau tidak saat penebangan pohon itupun pekerja yang membangun gedung itu, mengalami kesulitan dan akhirnya bisa dilakukan penebangan setelah dibacakan doa.

Tak hanya itu, Gedung yang kini menjadi kebanggaan Masyarakat Bungo tersebut juga sempat dijadikan lokasi kolam. Dan gedung itu dibangun saat Bupati Bungo H Zulfikar Achmad.

Suratman salah satu pekerja kasar waktu pembangunan gedung lima lantai itu juga menuturkan bahwa beberapa pekerja kerap melihat penampakan, mulai dari kuntil anak hingga genderuwo.

“Sering kami melihat penampakan mahluk halus mas di seputaran bangunan gedung ini. Tapi mereka (mahluk halus-red) tidak menggangu kita. Paling sering penampakan di bagian paling atas, katanya ditas itulah tempatnta tinggal,” ungkap Supratman.

Cerita lainnya, salah seorang petugas rumah sakit yang enggan namanya ditulis mengatakan, Ia seringkali melihat penampakan di tangga bagian kiri gedung saat masuk waktu malam.
Menurutnya tangga tersebut memang jarang digunakan.

Bentuk sosok yang sering ia lihat adalah seorang perempuan dengan pakaian putih namun terlihat lusuh. “Kalau dinas malam mas, sayakan sering keliling, kadang saya dengar suara yang tidak lazim, kalau sosoknya yang biasa menampakkan diri itu sosok cewek dengan pakaian serba putih,” ujarnya.

Percaya atau tidak misteri tersebut, Wallahuallam. Namun dari kejadian loncatnya M dari lantai tiga RSUD H Hanafie Muara Bungo tersebut, beberapa masyarakat melalui media sosial menyarankan pihak manajemen rumah sakit untuk dipasang teralis, berharap tidak ada lagi kejadian serupa.

“Sudah selayaknya manajemen rumah sakit umum H Hanafie memikirkan untuk memasang teralis, jangan sampai ada kejadian serupa terulang lagi,” tulis Kholil. (zek)

 

ADVERTISEMENT







ADVERTISEMENT