Harga Karet Lelang di Tanjung Agung Kini Sudah Rp 8.500 Per Kilogram

Dibaca: 833 kali
Lelang Karet Dusu. Tanjung Agung, Kec. Muko-Muko Bathin VII

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Harga karet lelang di Dusun Tanjung Agung, Kecamatan Muko-Muko Bathin VII terus merangkak naik Rp 8.500 per kilogram atau naik berkisar Rp 1000 rupiah per kilogram dari pekan lalu.

“Alhamdulillah harga karet lelang di Tanjun Agung Terus merangkak naik meski tidak terlalu tinggi. Untuk harga lelang karet disini memang tertinggi dibandingkan harga lelang tempat lain,” ungkap ketua penitia Lelang, Taufik, Minggu (9/08/2020).

Seorang petani karet dari Mangun Jayo, Asmuni menyebutkan, pekan lalu harga paling tinggi Rp 7.500 per kiligram. Alhamdulillah minggu ini naik sedikit. Harapanya agar harga karet bisa baik lagi karena kami makan dari hasil karet ini pak,” ucap Asmuni.

Diceritakan, dalam satu pekan dia mendapat 50 kilogram karet, itu kalau cuaca bagus kalau tidak bagus cuacanya tidak sampai segitu palingan 45 kilogram. Dirinya juga mengaku, hasil segitu tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup, anak sekolah dan kebutuhan lainnya.

“Harapan kami petani karet ini, bertahan berkisar Rp 10.000 per kilogram harga karet sudah sukur, karena dengan harga segitu bisa mencukupi bagi kami untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Seperti apapun kondisinya kami tetap bersyukur karena masih ada harganya,” katanya.

Hal senada disampaikan, Hendri dengan kondisi harga karet terus merangkak naik meski hanya sebiru rupiah selaku petani karet tetap bersyukur. Karena mau kerja lain tidak bisa, inilah pekerjaan dari turun temurun untuk di wilayah sini. Jadi tak ada pekerjaan lain selain kebun karet.

“Untung saja kami ada kebun karet sedikit maka bisa digarap sendiri pak. Ya mau bagimana lagi kita cuma punya kebun karet jadi mau tak mau nyadap karet terus,” katanya.

Dikatakan, biasanya lelang karet di sini hari senin, tapi sekarang hari Minggu. Ia juga senang karena setelah menjual hasil karet bisa langsung untuk belanja pada pasar senin di Tanjung Agung.

“Harapan kami orang kecil agar harga karet terus naik, karena kami hanya cari makan dan memenuhi kebutuhan hidup pak, bukan mencari kaya. Semoga harga karet bisa bantu oleh pemerintah,” kata Hendri. (zek)

ADVERTISEMENT