Bupati Bungo Pimpin Apel Siaga Bencana Karhutla

Dibaca: 145 kali
Bupati Bungo Periksa Langsung Kesiapan Peserta Apel Dalam Penanganan Karhutla

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Untuk Cegah kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Bungo, Bupati H Mashuri pimpin langsung apel siaga gabungan di halam kantor Bupati Bungo, Jumat (9/8/2019).

Dalam amanatnya, Bupati H Mashuri mengatakan Karhutla tersebut lebih dari 90 persen disebabkan oleh ulah manusia, baik secara sengaja dan tidak sengaja. Akibat dari bencana Karhutla tersebut aktifitas perekonomian, pendidikan, budaya dan kesehatan jadi terganggu.

“Apel ini digelar, tak lain untuk melihat kesiapan dari peralatan dalam penganagan Karhutla serta bentuk sinegitas pemerintah dengan stake holder yang ada di Bungo. Dengan itu, siaga Karhutla di Bungo terus ditingkatkan. baik kesiapan anggota serta peralatannya,” kata Bupati H Mashuri.

Sesuai intruksi Presiden Republik Indonesia pada tanggal 6 Agustus di Istana Negara, bahwa memprioritas pencegahan melalu patroli dan sosialisasi secara rutin di wilayah yang dianggap rawan terjadinya karhutla. Deteksi dini adalah cara sangat efektif sebelum terjadi karhutla atau sebelum api besar.

” Berdasarkan data hospot pantauan satelit Terra AQUA dan satelit NOAA 19 dari tanggal 1 januari sampai 8 agustus 2019, terdapat 16 titik api di wilayah kabupaten bungo. Hal ini meningkat dibandingkan pada periode yang sama tahun 2018, sebanyak 4 titik dan 15 titik diakhir tahun, berdasarkan kondisi ini sudah saatnya kita menetapkan status siaga karhutla dikabupaten bungo,” ujarnya.

Bupati H Mashuri juga mengingatkan, kepada seluruh para Camat, agar mengerahkan seluruh kekuatan yang ada ditingkat Kecamatan dan di dusun, termasuk Lurah, Rio, Kapolsek, Danramil, Babinsa, Bhabinkantimas, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan elemen masyarakat lainnya, melakukan patroli secara rutin dan terjadwal ke daerah rawan karhutla.

Bupati H Mashuri mengingatkan kepada pihak perusahaan memiliki sarana dan prasarana dalam penanggulangan karhutla. Tak hanya itu, sumbet daya manisia juga harus dipersiapkan dalam menanggulagi karhutla.

“Ingat upaya pencegahan atau deteksi dini justru lebih baik. Karena bila melihat kejadian karhutla belum terlalu besar maka segera atasi supaya tidak membesar. Selain itu, lewat sosialiasai dan patroli atau himbauan kepada masyarakat lebih efektif,” tukasnya.

Sementara, Kaban BPBD Kesbangpo Kabupaten Bungo, H. Indones usai apel siaga mengatakan, berdasarkan informasi dari BMKG Jambi, puncak kemaru terjadi pada bulan agustus – sepetember 2019.

“Antisipasi Karhutla ini, kami sudah menyiapkan Posko terpadu antara TNI, POLRI, Damkar dan TRC, dengan memanfaatkan 10 pos Damkar dikecamatan, dan posko induk kabupaten di BPBD kesbangpol kabupaten bungo, Selain itu kebutuhan air bersih untuk masyarakat dan sudah berkoordinasi bersama PDAM Bungo,” kata Indones.

Apel siaga danbgelar peralatan Karhutla diikuti oleh, Tim terpadu TNI, POLRI, Damkar, Sat Pol PP, BPBD, Dishub Bungo, dan para Pimpinan perusahaan.

Selain itu, tampak hadir Wakil Bupati Bungo H Safrudin Dwi Aprianto, Sekda Bungo H ridwan Is, Dandim 0416/Bungo Tebo, Kapolres Bungo, Ketua DPRD Bungo, dan unsur Forkompimda. (jul)

ADVERTISEMENT