Libatkan Masyarakat, Bupati Lampung Tengah Bangun Jalan Kampung Terpanjang di Lampung

Dibaca: 381 kali

SIDAKPOST.ID, LAMTENG – Membangun jalan hingga 620 kilometer di seluruh kampung, Bupati Lampung Tengah DR. Ir. Mustafa telah berhasil membangun jalan kampung terpanjang di Lampung di tahun 2017.

Langkah ini dilakukan Bupati Mustafa tak terlepas dari komitmennya untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur di Lampung Tengah khususnya jalan.

Hal ini juga menjawab permintaan warga yang telah lama mendambakan jalan mulus di Lampung Tengah. Untuk diketahui, dari 3.000 km jalan di Lampung Tengah, sekitar 70 persennya rusak.

“Pelan-pelan kita perbaiki. Di luar pembangunan yang dilakukan Dinas Bina Marga, kami juga mengerahkan warga dengan menggunakan anggaran dana kampung membangun jalan 2 km di masing-masing kampung,” ujar Mustafa, Minggu, 9/6/2017.

Bupati muda ini melanjutkan, dilibatkannya warga dalam pembangunan jalan bertujuan agar realisasinya sesuai dengan yang diharapkan warga. Disamping itu juga diharapkan tumbuh rasa memiliki yang akhirnya mereka mau menjaga dan merawat infrastruktur yang ada.

“Disini warga benar-benar dilibatkan. Mereka yang mengelola anggaran, mereka juga terjun langsung membangun jalan. Diharapkan tidak ada lagi keluhan-keluhan jalan tidak sesuai bestek. Karena anggaran kampung dikelola masyarakat dan digunakan untuk kepentingan mereka,” paparnya.

Tak hanya itu, Pemkab Lampung Tengah juga menjalin kerjasama dengan Kementerian Keuangan untuk pembangunan 1 jembatan di Selagai Lingga dan 47 ruas jalan beton yang tersebar di kecamatan di Lampung Tengah. Diperkirakan pembangunan jalan bisa direalisasikan awal tahun ini.

Sementara itu Kadis Pemberdayaan Masyarakat Kampung (PMK), Zulfikar Irwan menerangkan, proses pembangunan jalan kampung sudah berjalan 60 persen dari realisasi dana ADK tahap awal. Rencananya pengerjaan ini akan dirampungkan pada pencairan ADK tahap dua.

“Pengerjaannya akan selesai tahun ini. Total alokasi dana kampung di Lampung Tengah yakni Rp 388 miliar yang bersumber dari APBD dan APBN. Anggaran ini diperuntukan untuk 620,25 jalan kampung, sumur bor 187 titik, gorong-gorong 694 unit, talud 77,140 meter dan onderlagh 15,91 meter,” bebernya.

Irwan berpesan kepada aparat kampung agar dapat menganggarkan ADK dengan sebaik-baiknya. Seluruh pembangunan infrastruktur yang bersumber dari dana kampung akan dinilai, baik dari segi kualitas, waktu pengerjaan, partisipasi masyarakat, laporan/SPJ, dokumentasi, manfaat dan pemeliharaan.

“Implementasi dana kampung di Lampung Tengah telah dilombakan dan mendapatkan reward langsung dari bupati. Pengelolaan dana kampung yang terbaik berdasarkan penilaian-penilaian yang ditetapkan, maka akan menjadi juaranya. Untuk itu aparat kampung harus bisa serius mengelola anggaran, benar-benar direalisasikan untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.(red)

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT