Banjir Jalan Lebai Hasan Diduga Proyek Drainase Tak Rampung

Dibaca: 355 kali
Inilah Titik Proyek Drainase Tak Rampung di Pabrik Tahu Sungai Kerjan, Diduga Sebabkan Banjir Jalan Lebai Hasan.

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Banjir kembali terjadi di sejumlah titik di wilayah dalam Muara Bungo. Seperti yang di Kelurahan Cadika, di belakang Pasar atas Muara Bungo serta di sekitar jalan lebai hasan, Minggu (8/4/2018) kemarin.

Banjir yang melanda kota bungo dan sekitar ini, bukan diakibatkan luapan dari sungai batang bungo dan batang tebo. Namun itu dikarenakan buruknya saluran drainase dibeberapa titik yang ada, seperti di areal Kelurahan Cadika, Rimbo Tengah.

Jalan Lebai Hasan Terendam Banjir.

“Polongan itu, masih menggunakan polongan lama, ukurannya juga kurang lebih satu meter, kalau diganti dengan ukuran yang lebih besar maka, resapan air akan cepat. Ya kalau diatasi banjir ini tidak bisa, jalan yang terbaik polongan diganti, ” ujar Sopian salah satu warga sekitar.

Terpisah, Mhd Syafei salah satu warga Rt 04/Rw 02 Kelurahan Sungai Kerjan dikonfirmasi dia mengatakan, dugaan kuat penyebab banjir di sekitar belakang Pasar Atas Muara Bungo dan di Kelurahan Sungai Kerjan serta di jalan lebai hasan, akibat drainase yang dikerjakan tersebut tidak selesai dengan baik.

Sebutnya, pada bulan Oktober 2017 lalu, pihak Kontraktor yang membangun drainase tersebut bersama Dinas PU, sudah melakukan rapat dan juga diketahui oleh Camat Bungo Dani, bahwa permasalahan drainase yang tidak selesai itu, segera dibangun kembali.

“Janjinya, drainase yang tidak dibangun oleh kontraktor tahun lalu, akan dibangun pada awal tahun 2018 ini. Tapi apa kenyataannya hingga kini tidak juga direalisasikan. Kok bisa proyek dana yang begitu besar tidak tuntas, akibatnya masyarakat yang menjadi korban,” ungkapnya.

Menurut Syafei, jangankan hujan semalam suntuk, hujan dua jam saja air disekitar sini melimpah hingga kejalan. Hal itu disebabkan karena ada drainase yang terputus tidak dikerjakan sama sekali oleh kontraktor yang memborong proyek tersebut.

Kalau drainase yang dibangun kemarin tuntas, maka tidak akan ada banjir seperti yang terjadi di kemarin. Secara kasat mata sudah jelas air mengikuti dataran rendah, karena drainasenya tidak selesai dibangun air hujan jadi tumpah ke jalan dan rawa-rawa.

“Kondisi seperti ini, sudah sering dirapatkan namun hingga kini tidak ada hasil sama sekali, kasian masyarakat harus menanggung semua penderitaan, akibat banjir yang begitu cepat,” sesalnya.

Sementara, Saiful Acik Bilal saat tinjau lokasi banjir di Kelurahan Sungai Kerjan dan belakang pasar atas muara bungo dia mengatakan, banjir yang terjadi di beberapa wilayah dalam kota Muara Bungo, disebabkan burukanya saluran drainase.

“Parahnya lagi, ada proyek drainase tidak tuntas pengerjaannya, alias terputus hingga kini tidak dibangun lagi. Diperkirakan kurang lebih sekitar 15 meter panjang drainase yang tidak tuntas di kerjakan, nah saya rasa ada yang tidak beres dalam proyek ini, “pungkasnya. (zek)

DIRGAHAYU INDONESIA






































ADVERTISEMENT












ADVERTISEMENT

Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*