Petani Tebo Ulu Biasa Tanam Palawiija Kini Beralih ke Tanaman Cabai

Dibaca: 387 kali
Suasana di Kebun Cabe.

MUARA TEBO – Petani di Kecamatan Tebo Ulu Kabupaten Tebo yang dulu menanam jenis Palawija, kini banyak beralih menanam Cabe.

Kelangkaan Cabe kecil atau cabe rawit di pasaran membuat tingginya harga cabe kecil, adanya fakta dilapangan saat ini harga cabe kecil mahal dan menjanjikan membuat animo petani ckup tinggi untuk beralih ke tanaman cabe.

Seperti yang di lakukan oleh Kelompok Tani Makmur Berkah Mandiri Desa Teluk Kuali Kecamatan Tebo Ulu, yang sebelumnya menanam jenis Palawija dan sekrang ini beralih menanam Cabe.

Ketua Kelompok Tani Makmur Berkah Mandiri, Sudarmono mengatakan, membenarkan dulu Kelompoknya menanam Palawija sekarang ini menanam cabe.

”Petani di Desa Teluk Kuali Tebo Ulu lebih menyukai bertanam Cabai keriting karena dinilai lebih aman terutama dalam mengatasi fluktuasi harga dibandingkan Cabai besar lainnya. Cabai rawit pun lebih disukai dari jenis lokal terutama Cabe inul daripada varietas lain atau hibrida. Hal itu karena produksinya tinggi dengan masa produksi cukup lama, dan tahan lama bila disimpan di tempat terbuka paska panen, ”ujar Sudarmono

Bahkan kata dia, mengenai harga jual Cabai saat ini masih tinggi, juga belum jadi jaminan dan menguntungkan bagi mereka sebab curah hujan tinggi dan cuaca selama dua bulan  terakhir ini tidak normal.

Petani harus mengeluarkan biaya operasional pemeliharaan sangat tinggi. Tingkat keasaman tanah menjadi tinggi, dan tanaman Cabe juga rentan terserang hama penyakit.

“Petani dibingungkan karena harga jual cabe sekarang ini cukup mahal, Kalau naik drastis dan kalau anjlok harganyapun drastis juga,”pungkas Sudarmono. (yan/asa)

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT