Tak Ada Pupuk Subsidi Petani Sayur Menjerit, Serka Sutiyono Beri Edukasi

Babinsa Serka Sutiyono bersama PPL Pertanian Habib, bahas sekitar mahalnya bahan pertanian yang dibutuhkan petani. Foto : sidakpost.id/Amir. Biro Tebo

SIDAKPOST.ID, TEBO – Semenjak tidak ada lagi pupuk bersubsidi alias dicabut oleh pemerintah berdampak kelesuan, serta menjerit para petani sayur dan bahkan para petani sayur banyak yang hijrah atau beralih ke profesi lain.

Pasalnya, harga pupuk dan obat-obatan pertanian cukup mahal sedangkan harga jual sayuran murah, tak seimbang lagi dengan modal yang dikeluarkan untuk merawat tanaman sayuran.

Fenomena berkurangnya animo atau minat bahkan sudah jarang masyarakat yang menjadi petani sayuran, hal ini dapat dilihat di Desa Tegal Arum Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo.

Babinsa Serka Sutiyono menyikapi kondisi ini memberikan motivasi dan edukasi kepada beberapa petani sayuran yang masih bertahan menekuni tanaman sayuran di Desa Tegal Arum, karena pupuk kimia mahal dipasaran supaya menggunakan pupuk kandang dari ternak sapi.

“Pupuk buatan pabrik untuk pertanian mahal harganya di pasaran, lebih efektif gunakan pupuk kandang ternak sapi, selain efektif pupuk kandang terbukti menyuburkan tanaman,” kata Babinsa Serka Sutiyono.

PPL Pertanian Desa Tegal Arum Habib
menyebutkan, bahwa kondisi saat ini
mahalnya bahan pertanian terutama pupuk dan obat pembasmi hama tanaman, sedangkan tanaman perlu intensif perawatannya dengan menggunakan pupuk dan obat pembasmi hama.

“Memang tak sebanding lagi modal bertani dengan harga hasil jual sayuran, harga jual sayuran murah sedangkan harga pupuk dan obat -obatan mahal, sehingga para petani kurang tertarik bertani sayuran,” kata Habib. (asa)