Bencana Alam Terjadi, Pelestarian Alam Jadi Solusi yang Harus Dilakukan

Dibaca: 217 kali

SIDAKPOST.ID, JAKARTA – Penghuning tahun 2021, Indonesia kembali diuji dengan adanya bencana alam di beberapa wilayah. Mulai dari erupsi, banjir sampai gempa bumi.

Bencana alam yang paling disorot oleh semua khalayak adalah erupsi Gunung Semeru. Erupsi yang terjadi pada, Sabtu (4/12), mengakibatkan ribuan orang di Kabupaten Lumajang mengungsi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Minggu (5/12) sekitar pukul 17.30 WIB, jumlah pengungsi akibat erupsi Gunung Semeru mencapai 1.300 jiwa.

“BPBD Kabupaten Lumajang juga melaporkan sebanyak 5.205 jiwa terdampak kejadian sebaran awan panas guguran yang terjadi pada Sabtu (4/12) lalu. Sampai saat ini BPBD setempat masih melakukan pendataan terkait jumlah korban terdampak dan perkembangan jumlah orang yang mengungsi menjadi 1.300 jiwa,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Selain itu, puluhan orang juga dilaporkan terluka akibat erupsi Semeru. “Korban luka berat sebanyak 35 orang, Untuk korban luka lainnya sejumlah 21 orang, sehingga total keseluruhan korban luka sebanyak 56 orang,” kata dia.

Puluhan korban luka berat itu, dirawat di sejumlah Puskesmas dan Rumah Sakit yakni Rumah Sakit dr. Haryoto, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasirian, Rumah Sakit Bhayangkara, dan Puskesmas Penanggal.

“Merespons bencana erupsi Gunung Semeru, Bupati Kabupaten Lumajang menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru selama 30 hari terhitung mulai 4 Desember 2021 sampai dengan 3 Januari 2022 berdasarkan Surat Keputusan Nomor 188.45/525/427.12/2021,” kata Muhari.

Banjir

Tak hanya itu, bencana lainnya juga terlihat di sejumlah wilayah Indonesia, salah satunya banjir.

Banjir bandang juga terjadi di Kota Batu, Malang, Provinsi Jawa Timur, Sabtu (6/11/2021).
Meski berada di kawasan perbukitan, banjir tetap saja terjadi.

Diketahui banjir disebabkan karena adanya bendung alam yang jebol di kawasan hulu.
Jebolnya bendung alam ini terjadi karena tanah longsor di dekat aliran sungai.

Ketika ada hujan dengan intensitas tinggi, bendung alam tersebut tidak mampu menahan tekanan air. Akibatnya, banjir dengan volume besar dan membawa material lumpur juga ranting-ranting pohon, tak terhindarkan.

Hampir bersamaan dengan erupsi Semeru, Banjir besar dan longsor yang melanda Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) menelan korban jiwa, Senin (6/12/2021).

Dalam peristiwa ini, empat warga tewas, dan satu orang masih dalam pencarian, serta enam luka-luka.

Informasi dirangkum iNews, identitas empat korban meninggal yakni Sumiahana (35) warga Dusun Batulayar. Kemudian Ladenia (6), Sumiati dan Papuk Temah. Sementara korban hilang akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah Kecamatan Gunung Sari dan Batulayar yakni H Suri.

Gempa bumi

Selain banjir dan erupsi, terdapat bencana alam lainnya itu gempa bumi di Bali. Gempa bumi bermagnitudo 4.8 SR terjadi di Bali, Sabtu (16/10/2021) sekitar Pukul 04:18 WITA.

Dikerahui, pusat gempa terjadi berlokasi di 8.32 LS, 115.45 BT atau lebih tepatnya 8 km Barat Laut Karangasem Bali dengan kedalaman 10 km. Gempa susulan bermagnitudo 3.8 juga kembali terjadi 4 menit kemudian dengan kedalaman 14 km.

Guncangan gempa terasa sampai di Denpasar, Karangasem, Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah dan Mataram. Kerusakan terjadi di beberapa desa di Kabupaten Karangasem seperti di Pempatan Kecamatan Rendang, Tianyar Kecamatan Kubu, dan lainnya.

Adanya pemulihan alam

Bencana alam yang serentak itu bisa terjadi karena tidak adanya pemulihan bagi alam atau alam sudah rusak tergerus oleh pembangunan. Melihat hal itu, diperlukan pemulihan alam yang representatif dan nyata. Salah satu politisi Indonesia menyatakan, lembaganya mendukung semua upaya memulihkan dan melestarikan lingkungan dan alam Indonesia.

Memulihkan bumi dilakukan tidak saja karena kita peduli dengan alam, tetapi karena kita hidup di atasnya. Kita membutuhkan bumi yang sehat untuk mendukung pekerjaan, mata pencaharian, kesehatan, kelangsungan hidup, dan kebahagiaan kita. Planet yang sehat bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan. (pis)

ADVERTISEMENT