Lotim Berhasil Bentuk Herd Immunity, Aktivitas Masyarakat Dilonggarkan

Dibaca: 191 kali
Pres Realis Tercapainya Herd Imunity Lombok Timur/Foto : sidakpost.id

SIDAKPOST.ID, LOMBOK TIMUR – Hasil kerja keras melaksanakan vaksinasi berbulan bulan, akhirnya membuahkan hasil, Tim Satgas Covid 19 Lotim, berhasil mewujudkan herd immunity ditengah masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur, Dr. Pathurahman dalam konferensi pers, Senin (08/11) memaparkan, aktivitas masyarakat di longgarkan, dengan catatan tetap mematuhi prokes ketat dan telah menerima dosis vaksin.

“Alhamdulillah capaian vaksinasi di Lotim perhari ini mencapai 70,21 persen. Artinya secara epidemiologi kita sudah mencapai herd immunity,”jelasnya.

Menurutnya, tercapainya herd immunity di Lombok Timur, secara otomatis menjadikan Lombok Timur menempati level l. Penempatan level 1, ditentukan tiga indikator, termasuk tambahan indikator berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 24 per bulan Juli 2021.

“Indikator level bagi suatu daerah ada tiga yaitu pertama transmisi komunitas, terdiri dari tiga sub yaitu kasus konfirmasi, rawat inap rumah sakit dan kematian, Indikator kedua kapasitas respon, sub indikatornya testing, tracking dan treatment dan indikator capaian vaksinasi berdasarkan Instruksi Mendagri,” jelasnya.

Dikatakan, terwujudnya herd immunity ini, secara otomatis aktivitas masyarakat bisa mulai dilonggarkan, dengan catatan tetap mentaati protokol kesehatan.

“Meski nanti mulai dilonggarkan namun, jangan sampai prokes diabaikan karena semua untuk kesehatan kita bersama semua warga dipastikan sudah divaksin, “katanya.

Sementara Sekretaris Daerah Lombok Timur, Drs Juaini Taofik, mengatakan, meski secara manual Lombok Timur telah mencapai herd immunity 70 Persen lebih dari jumlah penduduk 952,470 penduduk, masih terdapat selisih data.

Karena di V-Care data yang terinput masih 63 persen, atau ada selisih 7 persen, dari itu akan dilakukan input data manual ke V-Care oleh Batalyon V-Care yang langsung berpusat di Polres Lombok Timur, karena yang menjadi acuan pemerintah pusat adalah data V-Care

“Terdapat selisih data manual dengan V-Care 7 persen. Itu terjadi karena petugas kita lakukan vaksinasi door to door. Jadinya saat input terkendala, jadi data itu akan diinput oleh Batalyon V-Care yang sudah diaktifkan,” sebut Taofik.

Lebih lanjut Taofik mengatakan, sekalipun 4 kabupaten/kota lain di Pulau Lombok lebih dahulu mencapai herd immunity dibanding Lombok Timur, hal itu wajar, karena sasarannya lebih sedikit.

Ditambah lagi dengan intervensi pihak lainnya dalam hal ini Polda, Korem dan Pemprov, beda dengan Lombok Timur yang berhasil mencapai herd immunity secara mandiri.

“Kita mungkin terlambat, tapi kita mandiri dan sasaran kita terbesar. Dengan catatan droping vaksin ke kita mencukupi. Saya sangat mengapresiasi kepada para Nakes, Babinsa dan Babinkamtibmas tiap hari berjibaku, termasuk juga kepada masyarakat yang telah bersabar,”tutupnya.

Kapolres Lombok Timur, AKBP. Herman Suriyono, dalam konfrensi pers tersebut dirinya juga mengapresiasi dedikasi para nakes, babinsa, babinkamtibmas, dan pemkab, yang telah bekerja keras dalam mensukseskan program vaksinasi, sehingga herd immunity terwujud di Lotim.

”Saya sangat mengapresiasi dedikasi dan pengorbanan pihak terkait, utamanya para tenaga kesehatan atas komitmen tersebut. Apa yang kita lakukan selama ini, semata-mata untuk menyelamatkan nyawa rakyat,” paparnya. (gil)

ADVERTISEMENT