Maksimalkan Pembelajaran Online, Dikbud Lotim Luncurkan Chromebook

Dibaca: 131 kali
Hadi Jayari, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur/Foto sidakpost.id (Ragil)

SIDAKPOST.ID, LOMBOK TIMUR – Guna memaksimalkan proses pembelajaran dimasa Pandemi, berbagai upaya sebagai solusi terus dilakukan Pemerintah. Salah satunya dengan mengharuskan setiap sekolah menggunakan Android Chromebook akhir tahun 2021 ini. Program ini adalah inovasi langsung dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Terkait kisaran harga, disebutkan 1 buah Chromebook akan memkan biaya 6 juta 800 ribu rupiah. Pembiayaan nantinya akan di anggarkan langsung dari dana BOS di masing-masing sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur Hadi Jayari mengatakan, Cromebook adalah program yang langsung diluncurkan Pemerintah lewat Kemendikbudristek sebagai perpaduan dari android dan laptop. Dimana, dari spesifikasi yang di pergunakan lebih banyak dalam sistem aplikasi online dengan jangkauan internet yang lebih cepat.

“Produk yang di luncurkan tahun ini menggunakan TIK (Tekhnologi Informatika Computer) dimana pembelajarannya termasuk diharuskan. Paling tidak sebagai bahan edukasi agar siswa juga memahami fungsi Chromebook secara keseluruhan “katanya kepada sidakpost.id, Jum,at (8/10 2021).

Masih kata dia, program ini bertujuan untuk mempercepat proses belajar mengajar online,mengingat jika mengacu dengan kondisi yang sekarang program tersebut merupakan pilihan.

“Minimal 1 sekolah mempunyai 1 Chromebook sebagai alat edukasi pembelajaran,”ujarnya.

Alasan menggunakannya lanjut Hadi, mengingat setelah dilakukan uji coba oleh Dinas Pendidiakn kecepatan akses internet Chromebook sangat cepat artinya 2 kali lebih cepat dibanding laptop. Artinya, spesifikasi untuk laptop memang tinggi tapi untuk mendukung pembelajaran secra online menurut Kemendikbudristek lebih bagus memakai chromeboom d tampilannya lebih kedalam bentuk android.

“Mudah mudahan di akhir 2021 ini semua sekolah penggerak inshaAlalh akan diberikan bantuan oleh pemerintah pusat,”ujarnya.

Lebih jauh Hadi, menjelaskan sosialisasi penggunaan Chromebook jauh – jauh hari juga sudah di dilakukan. Mengingat keberadaannya merupakan sesuatu yang baru, tentu akan susah diterima sebagian Kepala Sekolah. Jadi dibutuhkan keselarasan pemahaman.

Terkait kemungkinan adanya sekolah penggerak yang menolak atau pengadaan yang terkesan dipaksakan, pihaknya membantah hal itu.

Menurutnya, ada yang memahami tapi ada juga yang lebih nyaman dengan laptop. Dimana, awalnya tentu pihak sekolah akan berpikir dua kali tapi kalau pihak sekolah sudah paham dan mengutamakan asas kebermanfaatan, diharapkan semua sekolah penggerak mau membeli.

” Bagi yang tidak mau, kami tidak memaksa, hanya perlu pemahaman saja, Alhamdulillah sampai saat ini belum ada yg menolak, mereka pada dasarnya menerima. Hanya saja alasannya karena banyaknya komputer,” pungkasnya. (cr3/red)

ADVERTISEMENT