Galang Dana Gempa Lombok, Siswa Ponpes Al Fatah Rimbo Bujang Turun Kejalan

Dibaca: 358 kali

SIDAKPOST.ID, TEBO – Galang dana untuk korban gempa di Lombok NTB, para Santri Ponpes Al Falah, Desa Perintis, Kecamatan Rimbo Bujang,
Kabupaten Tebo, turun ke jalan galang dana pada para Dermawan yang melintas di Jalan Poros Perintis , Rabu (08/8/2018).

Aksi itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial antar sesama terjadinya peristiwa bencana alam gempa bumi 7 SR, yang menguncang Pulau Seribu dan Masjid di Lombok Nusa Tenggara Barat yang menewaskan 91 orang dan ratusan lainnya mengalami luka-luka baru – baru ini.

Aksi penggalangan dana oleh Santri Ponpes Al Fatah ini didampingin oleh guru. Sebelum digelar penggalang dana para Santri melaksanakan doa bersama di sekolah semoga para korban yang meninggal dunia arwahnya,ditempatkan disisi Allah SWT sebaik – baiknya. Dan korban yang luka dapat diselamatkan dari dampak bencana gempa bumi Lombok.

“Kita ikut berduka terjadinya bencana gempa bumi dengan kekuatan 7 Skala Richter yang terjadi di Pulau Seribu Masjid di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kita peduli sosial dengan menggalang dana sebagai wujud keprihatinan atas musibah gempa bumi Lombok,” kata Ustadz Abu Ridho, Pengasuh Ponpes Al Fatah Rabu (08/8/2018).

Dikatakan Abu Ridho, aksi penggalangan dana ini untuk memberikan peningkatan mutu pendidikan karakter bagi para siswa atau Santri. Dan juga mengajak menanamkan kepedulian sosial terhadap saudara kita yang sedang tertimpa bencana alam. Penggalang dana setelah usai jam belajar sekolah, kita laksanakan dari jam 14 : 00 sampai dengan jam 17 : 00 WIB.

“Hasil penggalangan dana sementara yang sudah terkumpul mencapai Rp 1,5 juta, dan uang yang dikumpulkan dari pecahan dengan nominal terkecil Rp 2000 sampai terbesar Rp 100.000,” ujar dia.

Bahkan kata dia, nantinya uang tersebut akan disalurkan untuk meringankan beban korban terdampak bencana gempa melalui Lembaga Amil Zakat dan Infak. “Semoga apa yang kita kumpulkan pada hari ini, bisa bermanfaar untuk korban gempa bumi di Lombok NTB,” pungkasnya. (asa)

ADVERTISEMENT