Alumni Madrasah Tsanawiyah Al Hidayah Gelar Seminar

Dibaca: 184 kali

SIDAKPOST.ID, TANJABBAR – Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Parit 9 Betara kiri mengadakan kegiatan Temu Alumni dan Seminar dengan tema CHIP (Cerita Hiruk pikuknya Ilmu Pengetahuan) Selasa (8/02/2022).

Seminar ini diisi oleh Zainurrohman,SE yang merupakan aktivis muda dan saat ini masih aktif menjadi sekjen PKC PMII Provinsi Jambi, dan Muhlisin, S. Sos M.Pd yang juga seorang Dosen di salah satu perguruan tinggi di kabupaten Tanjung Jabung Barat STAI Mauidzah KM 31 Merlung.

Turut hadir majelis guru, alumni, serta siswa serta beberapa organisasi yang hadir antara lain KNPI Kecamatan Kuala Betara dan Dewan Kerja Ranting Kecamatan.

Ketua alumni Mubaroq mengatakan, seminar ini bertujuan untuk kesiapan generasi muda yang mampu bersaing  dan menjawab tantangan era digital. Sekaligus untuk motivasi adek-adek ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

“Jadi kami dangat berharap agar semua bisa menjadi generasi yang gemilang dan siap mengahadapi tantangan zaman. Ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada adek-adek semua,”ucapnya.

Kepsek MTS Al Hidayah Ahmad Berkati sebagai pemateri, dalam sambutannya berharap kepada siswa/i untuk dapat mengikuti seluruh kegiatan seminar sampai selesai karena banyak ilmu dan pelajaran yang sangat penting nantinya.

“Hari ini pergeseran zaman sudah sangat terlihat di mana tidak menutup kemungkinan hari ini uang rupiah menjadi alat tukar yang sah. Ke depannya hanya akan ada nominal saja yang terlihat,” katanya.

“Bahkan hari ini sudah terlihat perubahan itu dengan adanya aplikasi alat bayar yang lebih simpel seperti Dana, gopay, linkaja dan lain sebaganya”, sambungnya.

Ia menegaskan bahwa, saat ini sudah masuk era 5.0 yang mana semua serba online. Siswa harus mampu menyesuaikan itu. Tiga peran penting yang harus dimiliki oleh siswa/i madrasah yaitu harus mampu menjadi rksekutor, konseptor, dan fasilitator di masa mendatang.

Zainurrohman sebagai pemateri dan sebagai alumni, sangat menginginkan kan adik-adik tingkat yang sekarang harus mampu mengikuti jejak-jejak senior.

Terakhir, Muhlisin, M. Pd juga memberikan motivasi kepada siswa/i dan menceritakan perjalanan akademisi dari nol hingga sampai saat ini.

“Dulu, perjalanan menerpa ilmu tidak semudah sekarang jalan sudah bagus, sudah ada motor, jika hujan juga bukan alasan untuk tidak bersekolah. Berjalan kaki hingga kiloan meter, hingga bersepeda kala itu adalah hal yang mewah. Saya merasakan itu,” tuntasnya. (str)

ADVERTISEMENT