Tradisi Memasak Lemang Masih Hidup di Aur Cino

Dibaca: 184 kali

SIDAKPOST,ID.TEBO – Masyarakat Dusun Aur Cino, Kecamatan Vll Koto, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, memiliki tradisi unik yang mungkin tidak dimiliki daerah lain. Tradisi ini adalah membuat lemang bersama.

Pembuatan lemang ini bukanlah dalam rangka hari besar maupun hari raya. Namun, dalam rangka memperingati keluarga yang telah dulu meninggal dunia. Biasanya, ditentukan di hari keseratus setelah meninggal.

H.Usman, tokoh masyarakat Desa Aur Cino mengatakan tradisi ini sudah dilakukan secara turun temurun oleh nenek moyang mereka. Memasaknya dilakukan dengan cara bergotonroyong.

“Tradisi ini kita lakukan dalam memperingati seratus hari keluarga yang meninggal. Dalam proses memasak semua dibagi tugas. Seperti pria bisanya bertugas mengambil bambu, sementara ibu – ibu bertugas untuk membakar ,” ucap H.Usman.

Dikatakannya, selain untuk memperingati kepergian keluarga, tradisi ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasa kekeluargaan. Memasak lemang ini bisa memakan watu satu hari, diwaktu itulah semua masyarakat bisa berbaur.

“Mungkin hari biasa kita sibuk dengan aktivitas kita masing – masing, dengan momen inilah kita bisa meningkatkan rasa solidaritas dan kekeluargaan. Mulai dari tang tua, sampai yang muda bisa berbaur ,” sebutnya.

Dijelaskannya, ada tiga jenis lemang yang dibuat dalam acara ini. Yaitu lemang ubi, lemang pisang, serta lemang yang biasa kita temukan yakni lemang ketan.

“Tradisi ini selalu kita jaga. Karna melalui tradisi ini banyak hal positif yang kita dapatkan. Kami juga berharap tradisi ini bisa dijaga sampai anak cucu kita nanti ,” tutupnya. (nwr)

ADVERTISEMENT


Komentar

Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*