Singgung Wartawan, Rio Sepunggur Minta Maaf

Dibaca: 601 kali
Rio Sepunggur Sayuti didampingi Kadis PMD Bungo, Camat dan Ketua Asosiasi Rio (Kades) Meminta Maaf Kepada Sejumlah Wartawan Di Bungo, Senin Malam.

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Ucapan bernada sinis terhadap profesi wartawan yang keluar dari mulut Sayuti, Rio atau yang biasa disebut Kepala Desa, Sepunggur, kecamatan Bathin II Babeko, sempat membuat para pewarta di kabupaten Bungo naik pitam.

Namun persoalan ini langsung bisa diselesaikan dengan baik setelah dilakukan duduk bersama.

Persoalan ini pertama muncul setelah yang bersangkutan mengeluarkan ucapan yang tidak disangka-sangka didalam forum resmi Rio se kabupaten Bungo, pada Senin (6/11) kemarin di Amaris Hotel Muara Bungo.

“Kami tidak takut sama polisi atau jaksa, akan tetapi kami takut sama wartawan yang meminta uang kepada kami,” demikian ucapan Sayuti dihadapan para Rio yang dihadiri Wakil Bupati Bungo, H. Safrudin Dwi Apriyanto, Kepala Dinas PMD, Para Camat, Kasat Reskrim Polres Bungo dan sejumlah pejabat Pemda Bungo.

Sontak ucapan ini langsung membuat Ketua DPW  JOIN Provinsi Jambi naik pitam, dan berniat memperkarakan ucapan Rio Sayuti yang mengatakan bahwa semua wartawan itu disamakan  ulah wartawan ke ranah hukum.

Menyadari dia telah salah berucap, Rio Sayuti didampingi, Plt Kepala Dinas PMD Bungo Taufik Hidayat dan Camat Bathin II Babeko Giyatno serta beberapa rio dan perangkat dusun di kecamatan Bathin II Babeko langsung memberikan klarifikasi dan meminta maaf kepada seluruh wartawan di Bungo.

Permintaan maaf itu disampaikan Rio Sayuti dihadapan hampir seluruh anggota PWB, dan anggota JOIN di Bungo pada Senin malam kemarin dengan disaksikan oleh Plt Kadis PMD dan Camat Bathin II Babeko.

Dia mengaku tidak berniat menyinggung wartawan secara keseluruhan atas ucapan yang terlanjur dia kemukakan dihadapan forum resmi itu.

“Saya akui apa yang saya sampaikan adalah kehilafan saya, itu semua terjadi atas dasar kurangnya pemahaman yang saya memiliki. Maka dari itu, saya secara pribadi memohon maaf kepada seluruh wartawan yang ada di Kabupaten Bungo,” ucap Sayuti dihadapan puluhan Wartawan liputan kabupaten Bungo, Senin malam kemarin.

Untuk menunjukkan keseriusan dan ketulusannya, Sayuti juga meminta permohonan maaf secara tertulis dengan surat yang dia tandatangani diatas materai 6.000 yang juga diketahui oleh Plt kepala Dinas PMD dan camat Bathin II Babeko, tertanggal (7/11/2017).

Surat tersebut berisikan “Dengan hormat, saya yang bertanda tangan dibawah ini, Nama Sayuti jabatan Rio Dusun Sepunggur.

Menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh wartawan tentang salah penyampaian dalam kata-kata saya di hotel amaris Kabupaten Bungo.

Tidak ada niat atau tujuan saya untuk melecehkan profesi insan pers atau wartawan Kabupaten Bungo, dan mohon maaf juga dalam kata-kata saya tidak menggunakan oknum media atau wartawan.

Oleh karena itu, atas kekhilafan tersebut saya juga telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada seluruh insan pers atau wartawan Kabupaten Bungo.

Demikianlah pernyataan ini saya buat dengan setulus hati kepada wartawan atau insan pers Kabupaten Bungo. Terimakasih”.

Terpisah, ketua PWB, Supriyanto mengatakan, memang ucapan yang keluar dari mulut Rio tersebut sangat menyakitkan bagi pekerja pers di kabupaten Bungo, terlebih bagi yang tidak melakukan hal seperti yang diucapkan oleh oknum Rio tersebut.

“Kita tidak membantah ada oknum wartawan yang berperilaku seperti yang diucapkan Rio Sepunggur itu, tapi itu bukan berarti semua wartawan seperti itu. Kita juga apresiasi niat Rio Sayuti yang segera menyelesaikan persoalan ini,” ujar Supriyanto.

Sementara, Ketua DPW JOIN Jambi, Zakaria mengatakan, apa yang disampaikan Rio itu pada dasarnya sangat melukai hati Kawan-kawan Jurnalis. Karena ulah Oknum wartawan Rio menyamakan bahwa wartawan sama seperti itu semua.

” Ya secara manusiawi, kita hargai permohonan maaf Rio Sayuti, baik secara lisan maupun secara tertulis. Perlu diingat yang namanya wartawan bukan tukang peras, tetapi penyampai berita kepada masyarakat. Toh kalau ada yang memeras itu adalah Oknum bukan semua wartawan seperti itu kerjaanya,” tegasnya. (Isn)

ADVERTISEMENT





ADVERTISEMENT