Percepatan Penurunan Stunting, BKKBN Jambi Lakukan Monev di Kelurahan Arab Melayu

BKKBN Jambi Dalam Memantau Perkembangan Percepatan Penurunan Stunting Lakukan Monev Di Kecamatan Pelayangan Kelurahan Arab Melayu. Jumat (7/10). Foto : sidakpost.id/Ratna. Biro Jambi

SIDAKPOST.ID, JAMBI – Menindaklanjuti peraturan Presiden RI No 72 tahun 2021, tentang percepatan Penurunan Stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN)Provinsi Jambi lakukan monitoring dan Evaluasi (monev) di Kelurahan Arab Melayu. Jumat (07/10/2022).

Pertemuan hari ini dilakukan secara Fokus Discussion Group (FDG), yang di pimpin oleh Sekretaris Badan (Sekban) Perwakilan BKKBN Jambi Yudi Hendra Musrizal, bersama camat kelurahan Arab Melayu, Kadis PP dan KB Kota Jambi Irawati Sukandar, unsur forkopimda dan peserta anggota TPPS di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Baca Juga :  BKKBN Provinsi Jambi Gelar Apresiasi Duta Generasi Berencana Tahun 2022

Berdasarkan peraturan BKKBN nomor 12 tahun 2021, tentang rencana aksi nasional percepatan penurunan stunting, diperlukan pertemuan guna membahas bagaimana mekanisme dan Penguatan pelaksanaan percepatan penurunan stunting di 9 Kabupaten/Kota serta monitoring dan evaluasi TPPS di 11 Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi.

Yudi menjelaskan, pertemuan hari dengan konsep Monev, BKKBN Provinsi Jambi bersama TPPS turun langsung melihat kondisi di lapangan. Dan memantau apakah unsur musfikanya paham, apa itu stunting.

“Alhamdulillah, para pimpinan di Kecamatan Pelayangan, bersama unsur forkopimda setempat sudah paham akan posisi mereka di TPPS ini, dan mereka sudah tau apa yang harus mereka lakukan dalam langka pencegahan stunting,” ucapnya.

Baca JugaDinas Sosial, P2KB dan P3A Bersama BKKBN Jambi Launching Sekolah Siaga Kependudukan di MAN 1 Bungo

Lanjutnya, tujuan pertemuan ini untuk mengetahui sejauh mana keterpaparan masyarakat terhadap stunting dan pada kecamatan ini terdapat tim pendampingan keluarga (TPK) sebanyak 9 orang dimana 1 orang TPK mewakili 300 KK.

“Dari pertemuan hari ini kita berharap, setidaknya meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan ada keinginan untuk menganggarkan alokasi dana kelurahan dan camat,” tutup Yudi. (rsa)