Pengabdian Bidan Desa, Tak Kenal Lelah Mengedukasi Warga tentang Pentingnya Program JKN

Suratni Bidan Desa Terus Mengabdi Untuk Masyarakat dalam masalah kesehatan. Foto : julianysah

SIDAKPOST.ID,BUNGO –  Suratni (28) adalah seorang bidan desa yang menjadi tenaga honorer di Puskesmas Pembantu Tuo Sepunggur, Kecamatan Bathin II Babeko, Kabupaten Bungo. Suratni yang merupakan warga asli Desa Tuo Sepunggur mengaku mengabdikan dirinya melayani kesehatan warga desanya dengan sepenuh hati.

“Saya termasuk salah satu bidan yang sudah cukup lama mengabdi di desa ini, sehingga saya telah banyak melihat para warga yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Maka dari itu, sangat penting bagi saya untuk mendapatkan informasi tentang Program JKN, baik dari alur pelayanan, rujukan serta cara pembayaran tunggakan apabila ada peserta yang kartunya tidak aktif agar saya dapat meneruskan informasi dan mengedukasi para pasien yang sekiranya saya tangani kelak,” kata Suratni kerika berjumpa dengan Jamkesnews, Selasa (19/07).

Suratni menceritakan bahwa keterbatasan akses dari desanya dengan wilayah luar termasuk faktor yang menyebabkan kurangnya pemahaman warga terhadap pelaksanaan Program JKN. Menurutnya, warga di desa tersebut rata-rata memiliki pekerjaan sebagai petani sawit atau karet, sehingga aktivitasnya banyak dilakukan di perkebunan.

“Bagi mereka, ada atau tidaknya jaminan kesehatan tidak menjadi perhatian utama. Dulu pernah pengalaman saya ketika membantu persalinan salah satu warga di sini dan keluarganya juga tergolong kurang mampu namun syukurlah ternyata dia sudah aktif menjadi peserta JKN. Alhasil persalinannya lancar, urusan administrasi mudah serta tidak ada biaya yang keluar sama sekali,” tambah Suratni.

Melanjutkan perbincangan, Suratni mengatakan bahwa kehadiran Program JKN tentu merupakan jaminan kesehatan sosial yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Bagi masyarakat yang kurang mampu dapat ditanggung iurannya oleh pemerintah, sehingga diharapkan ke depannya seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai lapisan bisa terlindungi Program JKN.

“Akses pelayanan kesehatan dari Program JKN bahkan dapat digunakan di seluruh Indonesia, jadi kalau sudah terdaftar sebagai peserta JKN tidak perlu khawatir lagi. Saya juga rutin menginformasikan kepada masyarakat setempat, kalau mau menghubungi BPJS Kesehatan tidak perlu ke kantornya karena bisa melalui nomor Whatsapp08118165165, Aplikasi Mobile JKN, Chat Assistant JKN (CHIKA), Voice Interactive JKN (VIKA) dan BPJS Kesehatan Care Center 165 sehingga dari desa sini kami tetap dapat berkomunikasi dengan petugas,” kata Suratni. (Jul)