Kini Warga Tebo Tak Perlu Lagi Berobat ke Rumah Sakit Luar

Dibaca: 268 kali
Direktur RSUD STS Tebo dr Oktavieni/Foto : sidakpost.id (Lalu)

SIDAKPOST.ID, TEBO – Direktur RSUD  Sultan Thaha Syaifuddin, dr Oktavieni, Sp.An menegaskan warga Tebo dan sekitarnya tidak perlu jauh-jauh lagi kalau ingin berobat.

Pasalnya fasilitas di Rumah Sakit STS sekarang bertambah lebih lengkap dalam melayani masyarakat kabupaten Tebo untuk berobat. Hal itu disampaikan direktur usai Poliklinik diresmikan oleh Gubernur Jambi, Senin (7/3/2022).

Oktavieni juga menyebutkan, setelah diresmikannya Poliklinik RSUD STS Tebo diharapkan kepada masyarakat bisa lebih nyaman berobat ke RSUD ini, dan tidak perlu lagi harus berobat ke rumah sakit tetangga atau yang jauh lokasinya.

“Kita pada prinsipnya siap melayani masyarakat Kabupaten Tebo untuk berobat atau mendapatkan perawatan medis di RSUD STS Tebo, dengan fasilitas yang sudah disediakan ini,”katanya.

Dikatakan, terkait dokter spesialis, untuk RSUD Tipe C sudah dipersiapkan seperti spesialis Mata, THT, Saraf dan Radiologi dan itu semua sedang sekolah, mudahan – mudahan tahun depan sudah bisa pulang ke RSUD ini dan bisa melayani masyarakat.

“Bapak gubernur juga meminta kepada pihak RSUD STS Tebo menjelang para dokter spesialis yang lagi sekolah, akan dibuat permintaan ke Provinsi supaya nanti ada dokter dari Provinsi yang bisa dua kali seminggu atau tiga kali seminggu. Bahkan untuk dokter jiwa pun akan diusahakan, sehingga tidak ada lagi rujukan ke rumah sakit tetangga,”ujar  Oktavieni.

Bahkan kata Oktavieni, untuk akreditasi tahun 2019, sudah terakreditasi Madia Insya Allah, pihaknya akan berupaya. Biarlah perlahan lahan tapi yang pasti pelayanan yang harus di utamakan.

“Untuk lantai tiga ( 3 ) belum semua terealisasi tapi kita akan memaksimal kan untuk pelayanan di lantai 1 dan 2, sedang kan untuk lantai 3 itu banyak untuk perkantoran. Jadi memang cukup anggarannya itu hanya beberapa unit Kantor yang bisa di bangun di lantai 3 belum bisa full,”katanya.

Lanjut Oktavieni, anggaran memang 36 M fokusnya yaitu untuk pelayanan di lantai 1, 2 dan 3 tapi dengan kepenuhan alkes yang sudah full time lengkap jadi hanya bisa terpenuhi lantai 1 lantai 2 yang full, sedangkan untuk lantai 3 hanya ada 6 unit Kantor yang bisa dipakai, selebihnya masih dalam bentuk kosong.

Semua terkendala dengan anggaran, karena memang semua bukan hanya gedung tetapi Alkes juga dibutuhkan. Sementara untuk pasien covid-19 untuk saat ini masih kosong karena beberapa hari yang lalu sudah pulang.

“Kapasitas listrik saat ini lantai 1, 2 dan 3 sudah cukup tapi ketika nanti jalan lift sekitar 30 menitan sudah mulai berkurang dayanya, tahun depan akan kita tambah dayanya,”cetusnya. (adv/adl)

ADVERTISEMENT