Berbakti, Al Haris Suapi Emaknya Yang Sakit

Dibaca: 368 kali

SIDAKPOST.ID, MERANGIN – Bupati Merangin H Alharis ternyata tidak hanya perduli dengan masyarakatnya. Namun, juga pada orang tunya sendiri. Ditengah rutinitasnya, masih sempat meluangkan waktu untuk menyuapi ibunya yang sedang sakit, Jumat (3/6/20).

Disaat Bupati Al Haris bersiap hendak kesuatu kegiatan beserta rombongan, ia malah iba-tiba menunda keberangkatan. Dengan mengambil sebuah piring, Al Haris memasukkan nasi dan lauk ke piring lalu mendatangi ibunya.

Begitu sampai di depan ibunya Zuriah yang sedang duduk di kursi roda ruang tengah rumah pribadinya, Al Haris langsung duduk bersimpuh dan menyuapkan ibunya dengan penuh kasih sayang. Melihat pemandangan ini, semua rombongan langsung berlinang air mata.

Ajudan Al Haris mengatakan pengabdian yang dilakukan Al Haris ini dilakukannya tak hanya sekali itu saja. Namun, setiap kali ada waktu, bahkan di waktu sesempit apapun, Al Haris selalu menyempatkan diri untuk mengurus ibunya yang sudah sulit berjalan itu.

“Mulai dari menyuapi makan, sampai tidur di sebelah ibu yang telah melahirkan dan membesarkannya itu. Ini menjadi contoh bagi kami. Pengabdian anak itu tidak pernah mengenal batas ,” ucap Ajudan Al Haris.

Selain telaten mengurusi ibunya, Al Haris diakuinya juga sangat patuh dengan ibunya. Didalam berpolitik, Al Haris selalu meminta restu dari ibunya. Jika sudah mendapatkan restu, maka baru ia persiapkan segala sesuatunya.

Terpisah, Zubaidah (65), warga Muara Bulian, Batanghari, mengaku terharu melihat begitu berbaktinya Al Haris kepada ibu kandungnya itu.
Menurutnya, pemimpin seperti ini wajib menjadi contoh buat masyarakat.

“Semua ibu di dunia ini berharap punya anak seperti Al Haris itu. Kami para ibu ini tidak butuh yang lain, cuma butuh sedikit perhatian dari anak-anak yang sudah besar-besar, itu saja,” ungkapnya.

Jadi, sudahkah Anda memeluk dan mengurus ibu kandungmu hari ini? Atau bagi yang ibunya telah tiada, sudahkah Anda mengirimi doa kepada ibumu hari ini? Ayo lah, setidaknya hubungi ibumu yang masih ada, biar tenang hatinya, biar reda rindunya. (hm)

ADVERTISEMENT