Hujan Deras Dua Warga Bungo, Disambar Petir Satu Tewas

Dibaca: 1.617 kali
Fhoto Ilustrasi.

SIDAKPOST.ID, BUNGO – Dua warga Kelurahan Manggis, Kecamatan Bathin III, Kabupaten Bungo, tersambar petir. Satu diantaranya meninggal dunia, akibat sambaran petir begitu dahsyat.

“Peristiwa sambaran petir itu, Selasa (6/3) pukul 18.30 WIB,” kata Kapolsek Kota Muara Bungo, Iptu David  R Yudhistira, S.IK.

Kedua warga Bungo yang tersambar petir yakni bernama Yan (13), Hewa (12) sedangkan empat rekannya tidan terkena sambaran petir.

Sambaran petir itu mengakibatkan, Hewa (12) meninggal dunia. Sedangkan Yan sempat Pinsan dan empat rekan lainnya tidak terkena sambaran petir.

Kejadian korban sambaran petir menimpa lima enam yang sedang berteduh di sebuah Pos tak jauh dari lokasi lapangan bola kaki, di Kelurahan Manggis, Kecamatan Bathin III.

Saat itu, kata dia, curah hujan intensitas ringan dan sedang disertai sambaran petir. Namun, cuaca buruk tersebut secara tiba-tiba sambaran petir menimpa lima orang dan seorang di antaranya meninggal dunia.

“Semua para korban sambaran petir dilarikan ke Puskesmas setempat. Kelima warga yang menjadi korban saat itu lagi berteduh karena kondisi hujan begitu deras. Kami minta warga meningkatkan waspada sambaran petir akibat cuaca buruk itu,” ujar Kapolsek.

M Yanis, kakek korban mengatakan kejadian bermula saat cucunya bermain bersama lima orang temannya di pos ronda yang berada tidak jauh dari rumahnya. Saat asik bermain, korban langsung disambar petir.

“Mereka main berenam, yang kena sambaran hanya Hewa dan Yan Cucu saya terpental sejauh dua meter lalu meninggal seketika. Akibatnya, Yan dilarikan kerumah sakit akibat luka bakar yang cukup serius,” ucap Yanis, Rabu (7/03/2018).

Kepergian korban ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban serta taman sekolahnya. Korban dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum yang Kelurahan Manggis.

“Teman korban lainnya saat ini dalam keadaan shok. Karena teman korban melihat sendiri cucu saya disampar petir dan terpental. Saya berharap ini menjadi pelajaran buat kita semua, jika ada petir, sebaiknya kita berada didalam rumah ,” ucapnya.

Sementara, Raisah ibu kandung Yan saat dibincangi mengatakan bahwa kabar itu didapatnya saat Yan sudah berada di rumah sakit. Ian dilarikan kerumah sakit oleh warga sekitar lokasi kejadian.

“Saya baru tahu setelah adak saya berada di rumah sakit. yan sempat pingsan di rumah sakit. Tekanan darahnya sampai 70. Dua kali muntah. Kondisinya saat ini juga shok,” imbuh Raisah. (zek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT




ADVERTISEMENT